Kabar Gembira, 2021 Pemkab Lutim Usulkan 1800 Guru Honorer Menjadi Tenaga P3K

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Kabar gembira dan sekaligus menjadi kado bagi seluruh guru honorer di daerah ini karena tidak lama lagi mereka segera diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( P3K ) atau PPPK pada 2021.

Dengan begitu mereka juga akan mendapatkan hak keuangan dan tunjangan sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka hanya dibedakan pada hak pensiun saja, di mana PPPK tidak akan menerima tunjangan pensiun seperti para PNS. Tapi lewat jalur ini, semua guru honorer punya kesempatan untuk mengikuti tes seleksi PPPK atau P3K.

Rencana pengangkatan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut terungkap dalam rapat yang digelar Dinas Pendidikan, Kamis (3/12/2020). Pada pertemuan itu Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera mengusulkan 1800 lebih tenaga pendidik untuk diangkat menjadi Pegawai P3K pada 2021.

“Jika mengacu pada rencana kebutuhan guru di daerah ini, Pemkab Lutim segera mengusulkan sekitar 1.800 guru honorer untuk diangkat menjadi tenaga P3K pada tahun 2021 mendatang,” ungkap Kabid Perencanaan evaluasi dan pengembangan Kepegawaian Lutim, Eksa Putra Kusuma Yani.

Menurut Eksa, rekruitmen tenaga PPPK di Kabupaten Luwu Timur di khususkan memang untuk tenaga guru, karena daerah ini memang mengalami kekurangan tenaga guru. Sedangkan jumlah guru yang diusulkan dinilai sudah bisa menutupi kebutuhan tenaga pendidik di Luwu Timur.

Hanya saja, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait rekruitmen tenaga P3K. Mereka yang akan direkrut diprioritaskan tenaga guru yang sudah punya nomor Dapodik dan eks Kategori Dua.

“Syarat yang harus dipenuhi bagi yang berminat menjadi tenaga P3K ini adalah pendidikan terakhir minimal S1/D4, terupakan tenaga honorer K-II, maksimal berumur 59 tahun (per 1 April 2020),” papar Eksa.

Dia menjelaskan, skema PPPK ini merupakan jalan terbaik untuk para honorer yang selama ini tidak jelas kepastian nasibnya yang telah mengabdi puluhan tahun akhirnya terwujud.

Bukan apa-apa, kata dia, cukup banyak guru honorer tidak bisa lagi memenuhi persyaratan untuk menjadi ASN dari jalur PNS. Salah satunya karena banyak dari usia mereka yang sudah melewati syarat maksimal, maka PPPK bisa merupakan alternatif terbaik untuk memperbaiki nasib guru honorer.

“Kami berharap seleksi PPPK ini akan mengurangi jumlah tenaga honorer yang telah lama mengabdi namun mendapatkan gaji sekadarnya dari instansi tempat mereka mengabdi,” imbuhnya. (Hr)

JANGAN LEWATKAN