Oknum Karyawan SPBU Bulo-Bulo di Jeneponto di Duga Melarang Wartawan Meliput dan Mengisi Permium

Jeneponto. SINYALTAJAM.COM – Dimana salah satu kejadian di SPBU 74.92301, wartawan Bugispos.com sekaligus Ka.Biro Jeneponto Muh Haris Lolo yang bernaung di Jurnalis Online Indonesia (JOIN) saat hendak mengisi BBM jenis Premium SPBU di Jeneponto dilarang Mengisi kendaraan roda duanya (Motor).

Hal itu diUngkapan Haris kepada awak media sinyaltajam com. Dimana salah satu pegawai SPBU diduga mengeluarka kata- kata yang tidak sewajarnya, dan ironisnya lagi wartawan tersebut dilarang meliput dan Mala menantang untuk adu jotos.

Kejadian tersebut, di SPBU dijalan poros Jeneponto Bantaeng ( Pammengkang Bulo-bulo) Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arungkeke, kabupaten Jeneponto, Rabu (2/12/2020).

Lanjut ungkap muh. Haris Dimana pelarangan Wartawan tersebut dengan alasan di SPBU tersebut mempunyai aturan tersendiri mengenai pelarangan meliput dan pengisian Premium.Kata salah satu Pegawai SPBU, kenapako mauko foto-foto, kutaujako pergimako dengan nada yang keras” ucap Muh Haris menirukan salah satu oknum pegawai SPBU Pertamina yang diketahui inisial TW Warga Bontopaleng.

Muh Haris menyampaikan bahwa dirinya datang ke SPBU, hanya untuk mengisi bahan bakar Premium namun dilarang.

“Saya datang kesana mau mengisi bahan bakar Premium, spontan oknum pegawai SPBU berkata dengan ucapan, kenapako tidak kusuka kalau ambilko foto disini, kau liatji itu janganko foto-foto, tidak ada pengisian Premium untuk roda dua atau motor,” kata Muh Haris menirukan nada keras oknum pegawai SPBU

“Saya sangat kecewa karena tidak diperbolehkan mengisi bahan bakar jenis premium dan masuk untuk meliput mempertanyakan kenapa SPBU Pertamina dilarang kendaraan roda dua mengisi bensin atau premium,” terang Muh Haris.

Saat Wartawan Media ini berkunjung ke SPBU bulo-bulo  untuk melakukan klarifikasi kepada kepala SPBU  terkait adanya hal dugaan pelarangan roda 2 untuk mengisi premium dan arogansinya salah satu karyawan SPBU namun dia tidak ada di tempat.Rabu (3/12/2020).

Dan hingga berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi dari pihak pengawas atau kepala SPBU. Lap Ridwan Tompo.

JANGAN LEWATKAN