Tanggapan Manajer dan karyawan SPBU Bulo-Bulo Jeneponto Terkait Pengendara Motor di Larang Isi Premium dan Mentan wartawan ini Penjelasannya ?

Jeneponto.Sinyaltajam com – Manager SPBU 74-92301 Pammengkang Bulo-Bulo, Kabupaten Jeneponto Manejer Ayu Andira memberikan tanggapannya kepada awak media saat ditemui di kantornya, jalan poros Jeneponto-Bantaeng, Kamis  sekitar jam 5 sore (03/12/2020).

Ia menjelaskan, bahwa terkait adanya salah satu pengendara motor yang diduga dilarang membeli bahan bakar jenis premium, itu tidak benar melainkan hanya diarahkan agar mengisi bahan bakar di Nosel Pertalite.

Karena, menurut Ayu di SPBU 74-92301 Pammengkang Bulo- Bulo cuman ada dua Nosel yang beroperasi.

“Aturan ini sudah ada sebelum saya kerja di sini sebagai Manajer. Dan ini aturan internal kami di SPBU pak. Saya tidak tahu apakah pertamina lain punya peraturan yang sama,” ucap Ayu Andira.

“Terkait salah satu karyawan SPBU kami, yang diduga menantang Wartawan untuk berkelahi, itu tidak benar, melainkan kesalapahamanji saja pak,” kata Ayu Andira

“Sekali lagi pak, mohon maaf karyawan saya Daeng Tawang bukan mengajak wartawan itu untuk berkelahi pak. Keduanya hanya salah paham saja,” tutur Ayu Andira.

Selain itu, bilang dilarang ambil gambar/foto. Di sana sudah jelas ada tanda pelarangan ambil gambar. Bisa saja ambil gambar/foto tapi agak jauh dari Nosel.

“Tapi lebih jelasnya lagi pak bagiamana kalau saya panggil karyawan saya Daeng Tawang, kita duduk bersama supaya kesalahpahaman keduanya clear,” harap Ayu Andira.

Tak berselang lama kemudian, Daeng Tawang pun datang dengan menggunakan sepada motor. Dan duduk didekat Manajernya Ayu Andira.

Deang Tawang memaparkan senada dengan manajernya. Bahwa terkait inseden yang terjadi kemarin dirinya mengaku khilaf dan itu hanya kesalah pahaman saja.

“Jadi saya mohon maaf, tidak ada niat saya sedikit pun mengajak wartawan untuk berkelahi. Dan saya tidak tahu kalau haris itu adalah wartawan. Saya tahu ji mukanya Haris, tapi saya tidak tahu kalau dia wartawan,” papar Daeng Tawang.

Dia akui nadanya kemarin agak keras kepengendara itu, tapi bukan mengajak untuk berkelahi.

Terkait tidak melayani pengisian bahan bakar jenis Premium untuk roda dua (Motor) kata dia memang sudah aturan internal pertamina SPBU pammengkang Bulo-Bulo, yang hanya melayani khusus pengendara roda empat (Mobil).

“Jadi sekali lagi pak saya mohon maaf sebesar-besarnya dan Saya sangat berterimakasih banyak atas masukan ta semua, insya Allah kedepannya kita akan perbaiki,” ujar Daeng Tawang.

Kehadiran sejumlah wartawan itu disambut hangat oleh pihak SPBU 74-92301 pammengkang Bulo-Bulo, Tampak keduanya pun, Daeng Tawang dan Muh Haris saling berpelukan dan menyampaikan permohonan maafnya masing-masing. Lap Ridwan Tompo

JANGAN LEWATKAN