Kades Tanjongan Rajamuda Sewang Terpilih Ketua APDESI Jeneponto Periode 2020-2025

Jeneponto.Sinyaltajam.com-Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia, Ketua (APDESI) Kabupaten jeneponto periode 2020 – 2025 Terpilih dan resmi dilantik bertempat di Hotel Losari Beach, minggu (20/12/2020).

Dalam kepengurusan ini, yang terpilih Kepala Desa Tanjonga ,Kecamatan turatea,kabupaten Jeneponto  Rajamuda Sewang, dipercaya memimpin DPC Apdesi Kabupaten jeneponto untuk masa jabatan lima tahun kedepan lamanya.

Hadir dalam kegiatan pemilihan dan pelantikan dihadiri oleh, ketua (APDESI )Sul-Sel Sri Rahayu Usmi, pengurus dewan pimpinan daerah (DPD) Sul-Sel dan seluruh para kepala desa se-kabupaten jeneponto.

Dimana Pelantikan pengurus Apdesi, Kabupaten jeneponto yang dipimpin oleh Ketua DPD Apdesi Provinsi Sulawesi selatan Sri Rahayu Usmi.

Lanjut Ketua DPC Apdesi Kabupaten jeneponto Rajamuda Sewang, menyampaikan terima kasih kepada para Kepala Desa se-Kabupaten jeneponto yang telah mengamanahkan kepadanya untuk menjadi Ketua DPC Apdesi Kabupaten jeneponto.

“Advokasi dan edukasi akan selalu dilakukan untuk kesuksesan pembangunan di Kabupaten jeneponto tentunya pembangunan di desa-desa. Yang terpenting, kami dan para kepala desa untuk selalu menjalin silaturahim, berkomunikasi dan berkoordinasi ulasnya.

Ketua Apdesi DG,sewang panggilan sehari-harinya menambahkan, saya selaku ketua (Apdesi) mengajak para kepala desa khususnya kabupaten jeneponto untuk membangun dan menjalin kemitraan Media dan Lsm, untuk perkembangan pembagunan desa dan kesejahteraan masyarakat menuju desa mandiri tutupnya.

Sementara Ketua DPD Apdesi Provinsi sulawesi selatan Sri Rahayu Usmi 
memberikan Apresiasi dan dukungan untuk  amanah yang di berikan oleh parah kepala desa sekabupaten Jeneponto.

Dan mengharapkan karna telah dilantik pengurus DPC Apdesi Kabupaten jeneponto segera melakukan konsolidasi di 82 desa dan 11 kecamatan se-kabupaten jeneponto.

“Konsolidasi ini diperlukan untuk menyamakan persepsi, dengan latar belakang yang berbeda tiap-tiap kepala desa untuk diberikan pemahaman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Sri Rahayu.Lap Ridwan Tompo.

JANGAN LEWATKAN