Koalisi LSM LPK Menduga Rehap SMPN 1 Arungkeke Tidak Sesuai RAB Kepsek Siap Perbaiki

Jeneponto.Sinyaltajam.com-Program Bantuan DAK Tahun 2020 di SMP Negeri 1 Arungkeke Rehabilitasi ruangan kelas beserta perabotnya, ada 4 ruangan sebanyak Rp. 228.000.000,.

Rehabilitasi Ruang Laboratorium IPA beserta Perabotnya 1 unit sebanyak Rp. 111.000.000,- dan Rehabilitasi Ruang Guru beserta Perabotnya 1 unit sebanyak Rp. 105. 000.,-000,- dengan total anggaran sebanyak Rp. 444.000.000,-.

Dalam pantauan Koalisi LSM/Wartawan, pada beberapa hari lalu Rabu (23/12/2020)

Menurut Ketua Sepernas, Arif K  ke awak media ini saat ada nya berita yang di munculkan sebelumnya (25/12/2020) bahwa di mana dia mengatakan, rangka bangunan atau kuda-kuda yang sudah keropos ini seharusnya diganti ungkapnya di salah satu warkop (25/12/2020)

Lanjut Kami dari Tim Koalisi LSM LPK Sul – Sel, SEPERNAS DPC Jeneponto dan GERAK RI menduga keras bahwa Tim P2S yang dibentuk oleh kepala sekolah sebagai pelaksana kegiatan tidak difungsikan secara maksimal namun dibentuk hanya sebagai syarat wajib dan formalitas saja”tambahnya.

Ini Pantauan LSM Koalisi beberapa hari yang lalu bahwa bobroknya kwalitas pekerjaan tersebut diduga kuat karena lemahnya pengawasan pasilitator dan panitia pelaksana tekhnis kegiatan (PPTK) di lapangan, jangan sampai ada permainan.Tapi kami akan tetap mengusut dan memproses apa bila terbukti”tegas kata Arif.

Ditemukan rangka Kuda-kuda yang sudah keropos masih terpasang direhabilitasi ruang guru yang sudah hampir rampung pengerjaannya.dan tegelnya

Selain dari itu ditemukan pula penggunaan balok gording ukuran 4cm x 6 cm yg diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Namun pihak Kepala SMP Negeri 1 Arungkeke Hairuddin S. Pd. yang akrab disapa Daeng Situru mengatakan, kepada Tim Koalisi LSM-Wartawan di ruang Guru bahwa ini sudah sesuai RAB. “saya bekerja sesuai RAB,”kata Daeng Situru.

Pantauan Koalisi LSM/Wartawan,  kepala sekolah SMP 1 Arungkeke Haeruddin membantah terkait adanya kata-kata bobrok, dan kedatangan mereka kami hargai dalam rangka monitorin atau membantu memantau pekerjaan 

“Memang ada kayu kuda-kuda sudah tidak layak pakai dan kami akui itu, dan pemasangan tegelnya, mungkin juga kesalahan tekhnis, yang saya tidak terima itu kata-kata bobrok karena kaya tidak memiliki haklak lagi, kami tidak permasalahkan teman-teman wartawan ataupun LSM kesekolah karena sangat membantu dalam pengawasan”ungkap Haeruddin.Lap Ridwan Tompo

JANGAN LEWATKAN