Bantuan Program Forum Keserasian Sosial di Lutim, Tuntaskan Pembangunan Jalan Didua Desa

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Program bantuan Forum Keserasian Sosial dari Kementerian Sosial yang diserahkan pada 22 Oktober 2020 lalu dapat berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya didua desa yakni Desa Benteng Kecamatam Burau serta Desa Tabaroge Kecamatam Wotu Kabupaten Luwu Timur.

Atas pencapain ini Kepala Dinas Sosial P3A Luwu Timur, Sukartiz mengaku sangat bersyukur. Melalui bantuan yang penyerahannya ikut disaksikan Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, mampu membangun infrastruktur jalan yang kini dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Alhamdulillah program bantuan Forum Keserasian Sosial dari Kementerian Sosial di Luwu Timur ini dapat berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kadis Sosial, Rabu (6/1//2021)

Dikatakan, bantuan uang tunai senilai Rp150 Juta yang disalurkan, tentunya akan terus dilakukan pengecekan terkait realisasinya di lapangan. “Dan alhamdulillah bantuan itu benar -benar digunakan untuk kemaslahatan orang banyak dengan cara membangun jalan. ” terang Sukarti.

Program ini bertujuan, lanjutnya, untuk pencegahan dini terhadap konflik sosial di tengah masyarakat. Sasaran program tersebut adalah masyarakat di daerah rawan konflik yang sudah dipetakan.

Sehingga diharapkan melalui program tersebut, desa memiliki kekuatan untuk membangun dinamika keseimbangan ketika muncul stimulan-stimulan yang kontra sosial tanpa memandang aspek ideologi, ekonomi maupun politik.

Dari dua desa di Lutim yang memperoleh bantuan seperti Desa Benteng Kecamatan Burau dimana program ini diberi nama Forum Keserasian Sosial Sumber Rezeki, membangun jalan tani dan plat duicker. Pekerjaannya berhasil diselesaikan melalui gotong royong oleh warga setempat.

Kemudian di Desa Tabaroge Kecamatan Wotu dinamakan Forum Keserasian Sosial Harapan Jaya. Bantuannya digunakan warga setempat untuk pengerasan jalan tani dan telah dinikmati masyarakat.

”Intinya lewat Forum Keserasian Sosial ini , masyarakat diajak untuk bekerja sama, gotong royong satu sama lain, meski dari latar belakang berbeda,” kuncinya. (mr/st/*)

JANGAN LEWATKAN