Ancam Pemukiman Warga, Tambang PT PUL Di Tutup

SINYALTAJAM.com,LUTIM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara menjatuhkan sanksi kepada PT Prima Utama Lestari (PUL) berupa penghentian sementara aktivitas penambangan di Pit blok E . Sanksi ini dijatuhkan setelah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur bersama Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur melaporkan soal limpasan lumpur dari area penambangan PT PUL meluber jalan provinisi. Mengakibatkan arus kendaraan dan aktivitas warga terganggu pada 15 Januari 2021 lalu.

Surat penghentian sementara aktivitas penambangan PT. PUL ditandatangani langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang RI, Lana Saria dengan nomor surat B-108/MB.07/DBT.PL/2021.

Diketahui, aktivitas penambangan PT. PUL yang terletak di Desa Ussu, Kecamatan Malili selama ini, tidak dapat dipungkiri sudah sangat meresahkan. Selain luapan lumpur yang berbeda ke jalan poros Ussu-Wotu, pula di beberapa titik sudah terjadi retakan tanah seperti di blok E lokasi penambangan yang berdekatan langsung dengan pemukiman warga. Sehingga, warga yang berada di sekitar lokasi tersebut mengungsi.

Lokasi penambangan PT. PUL

Dalam Surat tersebut memerintahkan PT PUL menghentikan sementara kegiatan penambangan di Pit Blok E , selama kegiatan penambangan dihentikan sementara, Saudara ( PT PUL ) diminta tetap melaksanakan kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di Pit Blok E .

Kemudian PT PUL diminta segera menindak lanjuti perintah buku tambang yang didaftarkan pada tanggal 15 Januari 2020, khususnya Perintah nomor 2 dan 3 . Yaitu melakukan pembenahan sistem drainase dan kolam pengendap utama di dusun Salociu Desa Ussu berdasarkan kajian teknis .

PT PUL harus melakukan penataan lahan yang terganggu pada sebagian area Pit Blok E yang akan memasuki apsca tambang dan segera melakukan penanaman tanaman penutup tanah (cover crop ) pada area timbunan tanah zona pengakaran ( soil bank ).

“Warga yang berdekatan dengan blok E lokasi penambangan PT. PUL saat ini sudah mengungsi. Takutnya terjadi longsor. Karena, tanah di sekitar rumah warga itu sudah terjadi keretakan imbas penambangan PT.PUL,” ucap Andi Usman, tokoh masyarakat Desa Ussu kepada sinyaltajam, melalui saluran telpon, Selasa (19/01) sore.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Kepala Bidang Penataan dan Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Nasir, membenarkan adanya surat penghentian sementara aktivitas penambangan PT.PUL.

“Tembusan suratnya sudah kami terima. Dan ditegaskan agar management PT. PUL mematuhi dan menindak lanjuti semua isi surat tersebut,” singkat Nasir.

Berikut isi surat penghentian sementara aktivitas penambangan PT PUL , sehubungan dengan terjadinya luapan material lumpur yang menimbun jalan poros Provinsi di Kabupaten Luwu Timur, pada hari Jumat, tanggal 15 Januari 2021yang berasal dari area penambangan pit Blok E Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Prima Utama Lestari, serta merujuk kepada hasil pemeriksaan kasus lingkungan di wilayah IUP PT. PUL yang didaftarakan pada buku tambang pada tanggal 15 Januari 2020, maka diperintahkan kepada saudara untuk: Menghentikan sementara kegiatan penambangan di pit Blok E.

Selama kegiatan penambangan dihentikan sementara, saudara diminta tetap melaksanakan kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di pit Blok E.

Segera menindaklanjuti perintah Buku Tambang yang didaftarkan pada tanggal 15 Januari 2020, khususnya perintah nomor 2 dan 3 yaitu melakukan pembenahan system drainase dan kolam pengendap (settling pond) pada pit Blok E dan buatan kolam pengendap utama di Dusun Salu Ciu, Desa Ussu, berdasarkan kajian teknis : dan Melakukan penataan lahan yang terganggu pada sebagian area pit Blok E yang akan memasuki pasca tambang dan segera melakukan penanaman tanaman penutup tanah (cover crop) pada area timbunan tanah zona pengakaran (soil bank).

Melaporkan pelaksanaan perintah tindakan perbaikan sebagaimana dijelaskan pada angka 2 (dua) paling lambat 30 hari kalender dari tanggal surat.

JANGAN LEWATKAN