Lima Siswa SMPN 2 Angkona Dapat Bantuan Handphone Tablet dari Dana Bos afirmasi

LUTIM.SINYALTAJAM.COM-Sekolah SMPN 2 Angkona, Kecamatan Angkona LUTIM, beri bantuan Handphone android ke lima siswanya yang kurang mampu, pemberian tersebut dalam rangka mendukung pembelajaran daring.

Menurut kepala Sekolah Subhan, bahwa pemberian bantuan dana bos afirmasi itu dibagikan kepada 5 orang siswa yang kurang mampu dan tidak punya Handphone android.

“Jadi itu bantuan dana bos afirmasi nilainya 10 juta dan rekanan yang belanja dapat 5 tablet Android lalu diberikan ke siswa yang tidak punya hp android untuk digunakan belajar online ,”ujarnya.

Menurut Kepsek bahwa ada lima orang siswanya yang dapat bantuan pinjaman Handphone, 3 didesa Balirejo 2 di Wanasari.

“Jadi sekedar diketahui bahwa itu hanya dipinjamkan saja untuk dipakai siswa belajar online, nanti kalau sudah tamat kata Subhan, hpnya akan dikembalikan lagi ke sekolah,”tuturnya

Masih kata dia, Dengan adanya bantuan pinjaman Handphone android itu siswa tersebut bisa terbantu dan dapat mengikuti proses pembelajaran daring.

“Karena kasian kalau mereka tidak bisa mengikuti pembelajaran, mereka juga punya hak yang sama dengan yang lain untuk mendapatkan pelayanan pendidikan,”pungkasnya.

Kades Wanasari, Wayang Sardika yang dihubungi Via Hp Selasa 2/2/2021 mengatakan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah dengan rasa kepedulian akhirnya 5 siswa dapat ikut serta dalam kegiatan pembelajaran daring.

“Jadi awalnya itu saya di hubungi oleh kepala sekolah SMPN 2 Angkona untuk mencari Siswa yang domisili didesa Wanasari yang dianggap kurang mampu dan tidak mempunyai hp android. Lalu saya suruh pak dusun untuk mencari siswa yang dimaksud kepala sekolah tersebut karena ada bantuan Handphone android yang mau di serahkan,” kata Kades.

Menurut Wayang Sardika kalau didesanya ada dua anak warganya sekolah di SMPN 2 Angkona dan dapat bantuan dana bos afirmasi, yang diserahkan langsung dirumahnya pada senin kemarin.

“Dengan adanya bantuan tersebut kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak sekolah, dengan rasa kepeduliannya terhadap anak siswanya yang kurang mampu, dan hal ini patut diapresiasi,” tutup Wayang Sardika. Lap Herman/Masding.

JANGAN LEWATKAN