POSYANDU DESA BUNGADIDI LUTRA MEMPRIHATINKAN, WARGA MASYARAKAT MENUNTUT HAKNYA

Luwu utara SINYALTAJAM.COM – Pembangunan Pos Pelayanan Terpadu disingkat posyandu Desa Bungadidi Kec.Tanah Lili sangat memprihatinkan, kondisi yang tak terawat menjadikan bagunan tersebut agak mirip kandang kambing.

Sementara itu Pembangunan Posyandu merupakan kewenangan oleh pemerintah setempat dalam hal ini adalah pemerintah desa yakni melalui alokasi Anggaran Dana Desa (ADD). Dengan adanya ADD seharusnya Kantor Desa sudah baik, apalagi kesehatan adalah salah satu prioritas nasional terkait pelayanan dasar namun pada kenyataannya sangat miris, selain tidak difungsikan oleh Pemdes setempat, kondisi bangunan gedung sebagian sudah mengalami rusak parah dan dinding dan lantainya retak, kusam tidak pernah di cat.

Dalam kesempatan tim media berbincang langsung dengan masyarakat desa bungadidi mengenai keadaan bangunan posyandu menurut pengakuan warga sekitar, bangunan tersebut itu sudah lama tidak di perbaiki dan tidak di perhatikan oleh pemerintah desa setempat.

“saya selaku warga sangat menyayangkan banguan posyandu yang di duga tidak pernah di perhatikan oleh pemerintah desa , masa pemerintah tidak ada inisiatif untuk memperhatikan bagunan posyandu ini ,coba anda lihat bagunannya hampir sama denga kandang kambing,” ujar warga minta gak mau disebutkan namanya.selasa (09/02/2021)

“Begitulah kondisi bangunan ini pak, Coba bapak lihat, ruangan didalam kotor dan tidak terurus . Jikapun tidak ada dana, seorang kepala desa bisa mengajak warganya bersama kepala dusun bahu membahu membrsihkan posyandu ini agar bersih dan layak tuk ditempati.
Selanjutnya ia menambahkan ” kalau sudah ada inisiatif dari pemerintah desa maka Pastilah ada warga yang memberikan sumbangan baik material maupun makanan,” terang nya

Terkait hal tersebut Kades Bungadidi Andi Baso saat di konfirmasi awak media berkata ” mau di apa kami mau anggarkan tapi tidak ada dana yang bisa kami gunakan karna kita tau ji kalau sekarang dana desa lagi di fokuskan anggarannya ke bantuan COVID-19 “pungkasnya

Anggaran Desa di Indonesia rata-rata berkisar Rp.800 juta – Rp 1,2 Milyar dan ini banyak digunakan untuk pembangunan fisik ( infrastuktur ) saja sehingga sering terjadi ketimpangan di Desa , banyak permasalahan Desa yang di duga tidak bisa diselesaikan oleah pemerintah desa menyangkut tentang pembangunan kesehatan di Desa

Dimana amanat UU Desa no. 6 tahun 2016 serta Permendes no 5 Tahun 2015 menggariskan bahwa jelas bahwa dana desa selain untuk infrastuktur juga harus di prioritaskan dalam pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di Desa , ini memang kadang sering terabaikan khsusunya Dinas Pemberdayaan Desa leading sektor dalam melakukan pemberdayaan desa untuk menciptakan Desa Sehat di semua Desa. , walaupun pemakaian dana Desa harus mengacu pada hasil Musyawarah desa ( Musrenbangdes) bersama masyarakat.Lap Efraim

 

JANGAN LEWATKAN