BPN Luwu Timur disorot; Sejumlah Warga Menuntut Dananya Dikembalikan

Malili. SINYALTAJAM.COM – Badan Pertanahan Nasional Kabupaten luwu timur disoroti sejumlah warga di desa Pasi pasi kecamatan malili yang menuntut dana untuk penerbitan sertifikat dikembalikan. Pasalnya sejak tahun 2015 pengusulan sertifikat ini dimohonkan ke BPN namun hingga saat ini sertifikat yang dinantikan belum juga terbit.

Saat berita ini kami himpun dimeja redaksi, (Jumat, 19/02/2021) sumber kami menginformasikan bahwa ada sekitar delapan puluh tiga (83) orang yang mengumpulkan dana dengan nilai total kurang dari tiga ratus juta rupiah. Dana tersebut dikumpulkan untuk pengurusan penerbitan sertifikat tanah warga didusun pasi-pasi desa lampia kecamatan malili. Namun kenyataannya hingga saat ini sertifikat yang ditunggu belum juga terbit padahal dana tersebut diduga sudah diterima oleh petugas pertanahan. Ungkapnya ke tim redaksi kami.

Kondisi yang memperhatikan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen salah satunya adalah dari kalangan aktivis pemuda luwu timur atas nama Ibrahim. (19/02/2021) Ia menjelaskan bahwa “BPN sebagai Badan yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan dibidang pertanahan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, sepatutnya melakukan percepatan dalam pengusulan penerbitan sertifikat tanah”.

Beliau melanjutkan “Namun jika dalam proses penerbitan sertifikat tersebut menemukan ada kendala teknis dilapangan atau ada yang keliru dalam kajian pihak BPN, maka sepatutnya di informasikan kepada pihak warga untuk dilakukan kelengkapan data agar pengusulan tersebut dapat diproses kembali,”Tegas Ibrahim.

Selanjutnya ia menambahkan “namun jika dalam prosesnya ada pengusulan warga yang tak layak untuk diproses maka mestinya ini juga di informasikan kembali ke warga dengan mengembalikan sejumlah uang yang sudah disetor tersebut, tujuannya agar tercipta pelayanan publik yang kondusif ditengah masyarakat kita,”Ungkapnya.
Lap Kisman.

JANGAN LEWATKAN