Lakukan Pengecekan Jalan Rusak, Kadus, Babinsa Bersama Warga Temukan Beberapa Belahan  Tanah

LUTIM, SINYALTAJAM.COM –  hujan yang terus mengguyur dusun tommassarange, Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, Kabupaten Lutim,  beberapa  hari ini, membuat  sejumlah  jalan yang ada di wilayah itu rusak parah.

Seperti jalan penghubung antara dusun tommassarange dengan dusun Tengko situru hingga penghubung Desa Tawakua mengalami kerusakan akibat tertimbun lelongsoran tanah.

Melihat kondisi seperti ini, beberapa warga langsung melaporkan kejadian ke babinsa setempat, Serda, jhoni, selaku babinsa di desa tersebut hingga ke pemerintah setempat, 10/3/2021.

Mendapat laporan tersebut, keesokan harinya 11/3/2021 babinsa langsung melakukan pengecekan kelapangan bersama dengan warga, dan menemukan beberapa ruas jalan yang sangat rusak.

” ya betul apa yang di sampaikan warga ke kami mengenai soal jalan yang rusak itu benar, bahkan kami melihat ada jalan pengerasan yang runtuh sekitar sepanjang 10 meter dan lelongsoran 40 meter,”ungkap Jhoni.

Pada waktu yang sama, Babinsa memperluas wilayah pengecekan dan mengelilingi lereng gunung yang berada di atas badan jalan dan kembali menemukan retakan tanah dengan panjang sekitar 500 meter dan belahan tanah dengan lebar 30 cm dengan kondisi tanah yang labil dengan rembesan air yang mengalir di bawah tanah.

Di perkirakan terjadinya retakan tanah sepanjang 500 meter, dan mengakibatkan jalan amblas akibat tingginya curah hujan sehinggah air masuk ke dalam rongga tanah sehinggah menyebabkan terjadinya pergeseran tanah dan dapat berdampak terjadinya erosi dan tanah longsor.

Melihat kondisi lereng gunung yang berada di atas jalan penghubung tersebut, merupakan lahan yang di buka oleh warga untuk di jadikan kebun sehingga pohon-pohon kayu yang menjadi resapan air ketika musim hujan tidak ada lagi semua sudah gundul.

Dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi akan terjadi rembesan air yang melimpah di bawah tanah yang retak di mana tanah akan semakin labil dan gaya penunjang tanah pada lereng gunung akan lebih besar dari pada gaya pembendung, karena tidak adanya pohon pohon kayu sehinggah memungkinkan terjadinya tanah longsor dan erosi. Dan apa bila ini terjadi, bisa memungkinkan menjangkau pemukiman para warga yang ada di bawah lereng gunung, yaitu dusun tengko situru yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Untuk itu, ” saya selaku Babinsa Desa Tarabbi, telah berkordinasi dengan pemerintah Desa untuk menghimbau kepada warga yang berada di bawah lereng gunung, agar waspada saat hujan turun, dan meminta agar segera di tindak lanjuti dan melaporkan ke instansi terkait ,” tuturnya.

lap MS.

JANGAN LEWATKAN