Beras Organik APSO Lutim Yang Menembus Pasar Nasional

Luwu Timur.Sinyaltajam.Com –Produk beras organik dari Luwu Timur siap merambah pasaran Nasional. Sebanyak 6 ton beras organik yang diproduksi oleh Assosiasi Petani SRI Organik Luwu Timur (Apso -Lutim ) di wilayah Mahalona Raya resmi dikirim ke Jawa untuk dipasarkan. Pengiriman perdana dilakukan pada Sabtu (20/03/2021 ).

Selain memasarkan ke pulau jawa, beras organik ini juga dipasarkan di Kabupaten Luwu Timur sebanyak 4,5 ton.

Menurut Darlan Pembina APSO luwu timur saat ditemui awak media sinyaltajam mengatakan bahwa “6 ton beras organik ini dikemas dalam karung seberat 5 kg branding dengan merek Beras Organik Matano Rice dengan nilai sekitar Rp 114 Juta.” Ungkap Darlan.

Darlan Melanjutkan bahwa ” Kelebihan beras organik Matano Rice ini cocok untuk kesehatan, bebas dari racun kimia (pestisida Kimia), kadar gula rendah, tidak cepat basi, rasanya enak, aman bagi penderita diabetes ” Ujar Darlan.

Di Kabupaten Luwu Timur beras organik varitas Mentik Susu di kembangkan di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Towuti , Mahalona Raya dengan total panen 27, 5 ton gabah kering Panen dengan perkiraan menghasilkan beras sebanyak 13, 8 Ton Beras Organik dari hasil panen akhir tahun 2020.

Selain di Mahalona Beras organic tersebut juga diproduksi sebanyak 5 Ton di Kecamatan Wasuponda yakni Desa Wasuponda Desa Ledu Ledu dan Desa Parumpanai serta wilayah Desa Matano Kecamatan Nuha dan telah mencapai luasan 40 Ha Pada Musim sebelumnya dan akan terus meningkat dari musim kemusim.

Keberhasilan Produksi beras ini tidak terlepas dari pembinaan dari Dinas Pertanian yang didukung penuh oleh PT Vale Indonesia Tbk.

PLt Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Amrulah Rasyid, mengatakan dengan adanya pengiriman perdana ini maka beras dari Luwu Timur sudah siap merambah pasaran nasional.

Amrulah melanjutkan bahwa ” tentunya ini harus kita dukung penuh, setidaknya dengan adanya pengiriman perdana ini maka Matano Rice ini akan menjadi produk andalan Luwu Timur dan akan menjadi icon kebangkitan perekonomian di sektor pertanian.” Ungkapnya.

Masih Amrulah menambahkan bahwa
” Semoga pengiriman ini berkelanjutan, sehingga akan menjadi nilai tambah bagi petani dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri. ” Tutup Amrulah.Lap Ib)

JANGAN LEWATKAN