Pihak Inspektorat di Depan Puluhan Media Cetak Menepis Isu Terkait Pengurangan Koran di Sekolah

Jeneponto.Sinyaltajam.com-Pihak Inspektorat saat melakukan pemeriksaan terkhusus di satuan pendidikan bagi sekolah yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun Anggaran 2020. 

Saat melakukan pemeriksaan tersebut
selalu yang menjadi penekanan bagi para kepala sekolah adalah khusus untuk langganan koran agar jumlah langganannya dibatasi jumlahnya bagi Setiap sekolah.

Mengenai hal tersebut, awak media sinyaltajam.com melakukan
penelusuran,di sekolah  SDN 17 Pokobulo Kecamatan Bontoramba, Jeneponto Mustamin S.Pd mengungkapkan, “ bahwa kami mendapat sedikit tekanan saat pemeriksaan terkait dengan penggunaan dana BOS pada tahun 2020 oleh pihak Inspektorat,” Ungkap Mustamin.

Mustamin melanjutkan bahwa “menurut pihak inspektorat bahwa berlangganan koran atau media cetak jangan terlalu banyak, cukup hanya lima saja koran, dan kalau lewat akan menjadi temuan,” kata Mustamin.

Lanjut Mustamin bahwa “kami ini sudah sejak lama berlangganan dengan sejumlah media tersebut, kami tidak pernah melanggar petunjuk teknis dari penggunaan dana BOS tersebut karena hanya lima persen saja dari Dana BOS yang dialokasikan ke pengadaan barang dan jasa khususnya Koran,” tegas Mustamin.

Masih kata Mustamin,”kadang juga kami bingung atas petunjuk dari pihak inspektorat saat melakukan pemeriksaan, karena kadang aturan yang diterapkan berbeda-beda saat melalukan pemeriksaan, karena kadang pemeriksa sebelumnya hanya mengucapkan mana bukti fisik korannya tanpa menyuruh mengurangi, beda dengan pemeriksa sekarang,” tandas Mustamin.

Saat sejumlah awak media melakukan konfirmasi ke pihak inspektorat, Syamsuddin sijaya didampingi stafnya mengucapkan dengan tegas bahwa itu tidak benar, kami tidak pernah melarang apalagi untuk menyuruh mengurangi jumlah langganan korannya,” Tandas Syamsuddin.

Selanjutnya Syamsuddin menambahkan bahwa “kami hanya selalu memberikan saran kepada para kepala sekolah bahwa harus sesuai dengan Petunjuk Penggunaan Dana BOS dan kalau untuk mau menambah lagi, kita perlu ada pertimbangan dikarenakan harus sesuai dengan peraturan yang ada,” ucap Syamsuddin.

Masih Syamsuddin mengatakan bahwa “kami akan bicarakan kepada unsur pimpinan dan kepala dinas terkait bahwa sepertinya ini hanya miskomunikasi saja pada saat melakukan pemeriksaan, mungkin ini hanya kesalahpahaman saja antara tim pemeriksa pihak inspektorat dan kepala sekolah, dan kami juga akan menginformasikan secepatnya kepada kepala sekolah terkait untuk tetap menjalin kemitraannya,” ucap Syamsuddin. Lap Ridwan Tompo.

JANGAN LEWATKAN