Danramil 1403-15 Malili Mengikuti Vicon Terkait kesiapan menghadapi hari raya idul fitri 1442 tahun 2021

Luwu Timur.Sinyaltajam.com-Danramil 1403-15 Malili Kapten Inf Dahlan bersama Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko Sik, Plt Kepala Bappeda Luwu Timur Dohri Ashari mengikuti Vicon di meeting room polres luwu timur terkait rapat koordinasi kesiapan menghadapi hari raya idul fitri 1442 tahun 2021, Kamis, (22/4/2021).

Kegiatan ini terkait kebijakan pemerintah pusat di tahun ini yakni, keputusan larangan mudik kepada warga/masyarakat, pegawai pemerintah baik ASN, TNI Polri, karyawan BUMN, swasta, pekerja mandiri untuk berlebaran Idul Fitri 1442 H tahun 2021 M, ini dimulai pada tanggal 22 April – 24 Mei 2021 dengan melakukan pengetaan dan pelarangan mudik, pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik.

Danramil 1403-15 malili Kapten Inf Dahlan usai mengikuti kegiatan mengatakan bahwa “kegiatan ini sangat penting kita ikuti untuk mengetahui potensi penyebaran dan pencegahan virus Covid-19, sehingga kita dapat mensosialisasikan larangan mudik kepada warga secara baik,” ungkap Kapten Dahlan.

Lanjut Kapten Dahlan mengatakan bahwa “perlunya sosialisasi keseluruh warga masyarakat perihal pembatasan mudik guna menindaklanjuti arahan Panglima TNI, Kapolri, Menkes, Menteri Perhubungan dan Menteri terkait lainnya, guna mengamankan daerah kita dari penyebaran virus yang mematikan ini,” kata Kapten Dahlan yang berdarah bugis makassar.

Kondisi yang terjadi di India dengan kematian hampir dua ribu jiwa perhari juga dapat terjadi di indonesia jika kita tidak melakukan proses pencegahan sejak dini.

Agar hal ini tidak terjebak dalam kondisi yang sama, Wakapendam XIV/Hasanuddin Letkol Inf Sandi Yudho Panoto, S.E., mengajak kepada seluruh warga Indonesia khususnya di wilayah teritorial Kodam XIV/Hasanuddin agar mengurungkan niat untuk tidak melakukan mudik,” ajak Letkol Sandi, Sabtu, (24/4/2021).

Lanjut Letkol Sandi mengatakan bahwa “walaupun sebagian besar warga sudah di vaksin, namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan, karena laju penularan dan jumlah virus di sekitar kita masih tingggi sehingga masih rentan untuk tertular virus Covid-19”, ungkap letkol Sandi.

Masih letkol Sandi mengatakan bahwa “salah satu faktor utama penyebab lonjakan kasus adalah tingginya mobilitas masyarakat, keputusan pemerintah melarang mudik tentunya untuk menjaga keselamatan masyarakat Indonesia, sehingga niat untuk melakukan mudik dapat ditunda, selain itu juga menghimbau kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi supaya mengikuti program vaksinasi tersebut agar di dalam tubuh sudah memiliki kekebalan tubuh artinya sudah ada tentara yang bisa melawan kalau nanti tertular,” tutup Letkol Sandi. Lap Ibrahim.

JANGAN LEWATKAN