Masyarakat Saluciu Minta Tambang PT. PUL Di hentikan Karena Mengancam Pemukiman

Sinyaltajam.Lutim – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lutim menindaklanjuti surat tembusan Masyarakat dusun saluciu desa Ussu yang di tembuskan ke Bupati pada 15 Mei 2021.

Dalam Surat tembusan itu masyarakat meminta Tambang PT. Prima Utama Lestari (PUL) agar dihentikan kegiatannya karena selama ini PT. PUL di duga mengancam pemukiman penduduk yang ada disekitar tambang.

Kadis DLH Andi Tabacina melakukan serangan berbagai pertanyaan kepada Pihak PT. PUL, terkait Izin dari Kementerian ESDM dan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup , Dan kajian Sedimen Pond, saat gelar pertemuan di aula Dinas lingkungan hidup yang dihadir Anggota DPRD Najamuddin, Kepala BPBD Zabur, kades Ussu, dan beberapa masyarakat dusun saluciu. Jumat 11 Juni 2021.

Apakah pihak PT.PUL sudah mengantongi izin dari kementerian ESDM ? jawab Jonri sudah Bu,, Ok, kata Andi Tabacina, pertanyaan kedua, apakah izin dari kementerian lingkungan hidup juga sudah ada? Jonri kembali menjawab kalau itu belum ada Bu,,.

“Berarti persoalan lingkungan ini belum selesai ya,, ? Jawab lagi Jonri Iya Bu,,

Andi Tabacina kembali mempertanyakan terkait kajian teknis Sedimen pond,.

“Apakah kajian Sedimen pond yang dibuat konsultan sudah sesuai atau gimana ? Jawab lagi Jonri, “menurut kami “iya” sudah,Bu,, karena kami sudah membuat drainase dan ini sebagai jaminan bahwa sudah layak dan aman berdasarkan kajian geoteknik, kata Jonri .

Lanjut Andi Tabacina, dan kalau terjadi hal yang tidak diinginkan seperti longsor siapa yang akan bertanggung jawab, dan apakah yang dituntut PT.PUL atau konsultan teknik,”tanya Andi Tabacina ke pihak PT. PUL.

Pertanyaan itu lagi-lagi di tanggapi Oleh Jonri KTT Pihak PT. PUL, bahwa Persoalan tanggung jawab, Bu ada pada konsultan teknik yang bertanggung jawab bukan PT. PUL, karena acuan dari itu kami melakukan teknik pond,” Jawab Jonri.

Lanjut Jonri , Minggu lalu kami sudah melakukan rapat susgistik di dinas RI kementerian ESDM. meski sudah mendapat izin menambang di fit blok E tapi kami dari PT. PUL belum melakukan aktivitas penambangan di blok E itu sebelum selesaikan dulu persoalan lingkungan dan persoalan sosial warga yang terdampak dari aktivitas penambangan PT. PUL. kata Jonri KTT Pihak PT. PUL, diruang rapat.

Di kesempatan itu Najamuddin juga mengatakan dirinya sebagai anggota DPRD tidak mencampuri masalah teknis hanya saja ini urusan masyarakat dan pengawasan.

“Jadi kami hanya menindak lanjuti aduan masyarakat dusun saluciu bahwa disana sering terjadi luapan air bercampur lumpur yang bersumber dari tambang PT. PUL, ” ujar Naja.

Kami tidak pernah menghalangi PT PUL berinvestasi di Lutim, hanya saja kami tidak mau PT.PUL menambang secara serampangan apalagi sampai mengancam keselamatan warga kami .

“Kalau penambangan dilakukan tanpa perhitungan itu dikhawatirkan akan terjadi longsoran dan jika itu terjadi bukan hanya nyawa warga yang terancam jalan transulawesi juga ini akan lumpuh,” ujar Naja.

“Inilah yang kita carikan solusi biar masyarakat tidak lagi kwatir dengan kejadian yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Zabur kepala BPBD Luwu timur juga menyatakan kita perlu waspada karena cuaca di kabupaten Luwu timur itu terkadang dalam pertiga minggu kedepan itu biasanya terjadi hujan lebat. Dan besar kemungkinan Potensi longsor bisa muncul.

“Kita tidak ingin ini terjadi perubahan-
perubahan hingga menimbulkan masalah baru, dan masalah ini perlu ditangani dengan serius dan penuh tanggung jawab,” tegas Zabur.

Mungkin pihak PT. PUL tidak mengetahui kalau lokasi tambang PT PUL adalah jalur gempa dari sesar Lawanopo pada tahun 2017 terjadi gempa di kabupaten Luwu timur yang menyebabkan longsor di Saluciu dan hampir bersamaan juga longsornya di desa Tarabbi .

“Itu sebelum Ada aktivitas tambang apalagi sekarang tambang PT PUL sudah beroperasi dan ini makin rawan longsor ,”kata Zabur.

Selama PT. PUL melakukan aktivitas penambangan di saluciu tidak ada pernah Kordinasi dengan pihak kami.

“Manajemen PT PUL saya nilai buruk karena setiap kali bersoal dengan warga dan pemerintah yang di lakukan PT PUL itu hanya mengganti Kepala Teknik Tambangnya saja,” Tutur Zabur . Lap Tim

JANGAN LEWATKAN