Dua Pengurus Bumdes Mengundurkan Diri,Pemdes dan BPD Tampinna Gelar Rakord

Sinyaltajam.Lutim-Dua pengurus Bumdes mengundurkan diri sekertaris dan bendahara, Pemdes dan BPD Tampinna Kec.Angkona gelar rapat kordinasi (Rakord).Selasa 15/06/2021.

Rakord tersebut berlangsung pukul 10.30 Wita sampai selesai bertempat di aula kantor Desa Tampinna dan dipimpin oleh Kades Muh.Yusuf dihadiri semua aparat, BPD dan Kadus.

Muh.Yusuf Kepala Desa Tampinna menjelaskan, “Terkait rapat kordinasi yang kami selenggarakan tadi untuk membahas mekanisme perekrutan dua pengurus inti dari Bumdes Tampinna yaitu Sekertaris dan bendahara,olehnya itu Pemdes dan Bpd mengambil suatu sikap dengan berkordinasi mekanisme apa yang harus di tempuh untuk merekrut pengurus Bumdes baru dan bisa gantikan pengurus yang mengundurkan diri,”Jelasnya.

Lanjut kata Kades M.Yusuf, “Kami mengambil langkah ini karena kami berpikir bahwa Bumdes itu nantinya yang bisa ikut mengembankan Desa untuk menuju Desa Mandiri,dan itulah harapan kami sehingga selaku pemerintah desa harus mengambil sikap yang tepat dan tidak serta merta mengambil keputusan tanpa memusyawarahkan dengan Bpd dan aparat desa lainnya,” Tuturnya.

“Adapun hasil yang kami dapatkan dari rapat kordinasi tadi maka diharapkan kepada semua kepala Dusun agar memasukkan calonnya 2 orang perdusun untuk ikut sebagai peserta yang akan direkrut manjadi pengurus Bumdes kedepan dan sudah memenuhi persyaratan sesuai apa yang telah disepakati bersama dalam musyawarah,kemudian nama calon peserta 2 orang dari tiap dusun agar dalam minggu ini sudah harus masuk,” Tandas Muh.Yusuf.

Waktu dan sistem pemilihannya menurut Kades Tampinna, Untuk pemilihan selanjutnya kami akan adakan minggu depan untuk menentukan siapa yang akan menjadi pengurus inti Bumdes Desa Tampinna yang menggantikan pengurus yang sudah keluar. Adapun sistimnya nanti secara demokrasi yang dihadiri nantinya 5 warga tokoh masyarakat perdusun juga seluruh RT 13 orang 5 kadus dan semua anggota BPD 7 orang.

“Namun pada prinsipnya pemilihan ini adalah melalui musyawarah Desa dan yang mengundang adalah teman teman BPD kepada semua element yang sudah disepakati tadi,jadi Pemerintah Desa hanya memfasilitasi namun pada intinya bahwa keputusan tertinggi itu adalah hasil musyawarah,”Kuncinya.

Lap (HR)

JANGAN LEWATKAN