Kehadiran PT.Sulindo Najamuddin; Agar Betul-betul Membawa Rahmat tidak Membawa Bencana

SINYAL TAJAM.LUTIM – Konsultasi publik rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Pongkeru, yang di gelar di aula kantor Camat Malili Senin 26 Juni 2021, di pimpin langsung oleh camat Malili Nur Syaifullah Rahman.

Najamuddin, dalam kesempatan tersebut mengatakan dengan tegas bahwa kehadiran PT. Sulindo Putra Timur ini agar betul-betul membawa Rahmat dan tidak membawa bencana.

“Kehadirannya berinvestasi di kabupaten Luwu Timur perlu kita syukuri dan semoga dapat mensejahterahkan masyarakat khususnya masyarakat sekitar,” ujarnya.

Tapi kita jangan selalu berfikir kegiatan ini menimbulkan dampak positifnya saja namun kita tidak pernah memikirkan dampak negatifnya ke masyarakat.

“Seperti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat sekitar, terutama dampak lingkungannya, bukan cuman menghasilkan 107 MW sementara ada yang terabaikan,”tegas Naja.

Oleh sebab itu sosialisasi kali ini, semua dapat memahami dan mungkin bisa memberikan masukan maupun saran-saran bagaimana tentang studi AMDAL.

“Jadi Studi AMDAL yang biasanya kami lakukan itu harusnya melibatkan beberapa stakeholder dan masyarakat yang kedepannya akan berdampak terhadap apa yang dicanangkan apa yang dibuat oleh kegiatan ini, tentu dalam hal ini bukan cuma tokoh-tokoh masyarakat saja yang dihadirkan, tetapi biasanya yang lebih bagus menurut saya selaku wakil rakyat, perusahaan maupun dari dinas terkait untuk turun langsung ke masyarakat dan perlu mengekspose bahwa kegiatan ini dampaknya seperti apa dan tujuannya seperti apa? ,” Jelasnya.

Apalagi saya menerima saran dan masukan dari masyarakat kalau bisa dari PT. Sulindo mengadakan air bersih untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Nasir DJ, selaku kepala bidang penataan lingkungan hidup (DLH) menjelaskan, bahwa untuk penyusunan dokumen amdal adalah konsultan. Dan tujuan dari konsultasi publik ini untuk menyampaikan ke seluruh masyarakat baik yang terkena dampak langsung maupun yang tidak.

“Sekedar diketahui terkait dengan rencana pembangunan yang akan dilakukan PT. Sulindo, ini ada perubahan yang signifikan dalam kegiatan yang pertama ada perubahan peningkatan kapasitas dari 92 menjadi 107 MW,” ujarnya.

Sementara Andi Juana, yang menjabat Kabid sumber daya air PU-PR mengingatkan ke PT.Sulindo bahwa kita berada di daerah ring of fire, itu berada di sesar matano yang berhubungan dengan palu koro data kami berdasarkan hasil pengujian struktur bangunan yang ada di Luwu timur.

“Kemarin di bulan Juni 2019 sampai 2020 sampai sekarang itu kita bergerak sampai dengan 160 kali dengan siklus ia berada di 2 sampai 5,5 dan ini harus juga diperhitungkan dalam dampaknya,
karena sekarang itu titik itu sudah mulai bergeser dan juga bergerak,”ujarnya.

Apalagi berada di bangunan air, kita akan mengangkat permukaan air, dan sekarang kita berada di daerah ring of fire bergerak sangat rutin.

“Sekarang ini bergerak sangat rutin sehingga berapa jalan-jalan kita terjadi konsolidasi tanah tapi konsolidasi tanah yang tidak terlalu mampet akan bergerak dengan 2 sampai 5 tahun tapi makin lama makin mengecil,” tuturnya.

Selain itu dia juga mengingatkan bahwa salah satu andalan, dalam bentuk pengembangan areal pertanian dan tambak, sangat membutuhkan nantinya konstribusi air bersih dan itu bisa di manfaatkan sebagai tempat kami untuk sumber irigasi untuk mengaliri beberapa wilayah.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Malili, Nur Syaifullah Rahman,anggota DPRD Luwu Timur Najamuddin, Andi Juana ST ( Kabid Sumber Daya Air Dinas PU-PR Lutim, Nasir DJ, Kabid Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Andi Tabacina Kadis DLH, perwakilan PT.Sulindo Putra Timur, tokoh masyarakat kepala desa Pongkeru,Balantang,Waworiu,Pasi-pasi, Plt Desa Baruga dan desa Harapan. Lap Masding.

JANGAN LEWATKAN