Bahas Kewaspadaan Deteksi Dini Gangguan Stabilitas Idiologi di Tengah Pandemi, Kesbangpol Lutim Gelar Pertemuan KOMINDA

LUTIM,sinyaltajam.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur mengadakan pertemuan Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) yang menghadirkan anggota Polri,TNI, BIN, Kejaksaan, dalam rangka upaya kewaspadaan terhadap berbagai ancaman, gangguan, hambatan yang dapat mempengaruhi stabilitas Idiologi sosial budaya Pertahanan dan Keamanan di daerah Lutim.

Pertemuan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Kesbangpol Lutim, Selasa (03/08).

Kepala Kesbangpol Lutim, Guntur Hafid dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada segenap anggota Kominda Kabupaten Luwu Timur yang hadir, dimana pelaksanaan pertemuan Kominda ini seharusnya dilaksanakan sebanyak dua kali dalam sebulan, tetapi dikarenakan masa Pandemi sehingga tidak berjalan.

”Jadi ada beberapa aliran yang perlu dilakukan pemantauan serta melakukan pendekatan dan pembinaan karena kita sebagai Kominda dalam hal ini sebagai mata-mata Pemerintah Daerah untuk mendeteksi ancaman keamanan ketertiban di masyarakat,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Kasat Intelkam Polres Lutim AKP Muhajir mengatakan bahwasanya Kominda merupakan tempat kita untuk berkoordinasi, karena kita merupakan mata-mata pemerintah, untuk melaksanakan deteksi dini maupun cegah dini.

“Apalagi sekarang Luwu Timur masih bertahan di level 3 kasus Covid-19 dan semoga bisa turun ke level 2. Dan beberapa hari yang lalu viral kejadian di Kecamatan Kalaena dimana dalam pesta pernikahan yang dinilai cukup melanggar Prokes, karena mengadakan acara Tarian Dero,” ucapnya.

Sementara Mayor Inf. Martinus Pagasing, Pabum Luwu Timur, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kesadaran masyarakat di kabupaten Luwu timur terkait Covid-19 masih rendah.

“Untuk itu kegiatan vaksinasi masih berjalan, baik itu dari TNI-Polri dan rencananya vaksinasi tahap kedua TNI di wilayah Kabupaten Luwu Timur pada 9 Agustus sudah mulai berjalan,” tuturnya.

Menurut dia, sasaran vaksinasi di Indonesia dibutuhkan sekitar 208 juta, sementara untuk di Kabupaten Luwu Timur sendiri membutuhkan vaksinasi sekitar 300 ribu, tapi yang baru terealisasi sekitar 15 ribu.

“Dari segi geografis alam kita sudah tidak sehat, dari segi demografis sudah kurang lebih 97 ribu masyarakat Indonesia yang meninggal dalam waktu 1 tahun lebih,” bebernya.

Dalam kesempatan itu dia berharap kepada tim Kominda agar terus memberikan edukasi ke masyarakat terkait Prokes Covid-19.

” Maka dari itu terus berikan pemahaman kepada masyarakat karena masyarakat kita ini masih banyak yang tidak patuh tentang Prokes Covid-19,” tutupnya.

[tim]

JANGAN LEWATKAN