Siapa Munir?, Algojo yang Gorok Leher KAKAK Kandung Sendiri

LUTIM. SINYALTAJAM.COM – Warga Luwu timur baru saja di gegerkan dengan berita kasus upaya percobaan pembunuhan yang tergolong sadis yaitu menggorok leher pada saat korban tidur sendiri dimalam gelap gulita.alhasil korban masih bisa meloloskan diri meskipun dalam keadaan sempoyongan dan berlumuran darah dengan luka serius sayatan di leher berlari mencari pertolongan.

Kerja cepat Kepolisan yang berhasil mengungkap dan menangkap siapa dalang sebenarnya terhadap kasus percobaan pembunuhan dan penganiayaan tersebut dengan cara menggorok leher korban di saat tertidur pulas menggunakan sebilah parang, Polres Luwu timur tidak butuh waktu lama dalam pengungkapan kasus ini.

Siapa Sosok Munir ?..

Setelah investigasi awak Sinyal Tajam ke Desa Manurung tempat Domisili Munir, dari keterangan sumber di ketahui bahwa sebelumnya Munir, sang Dajjal kakak kandung sendiri adalah sosok yang periang dan peramah serta suka bergaul. Munir yang memiliki istri namun belum dikaruniai anak ini seorang pekerja keras. Keseharian Munir bekerja sebagai petambak ikan.

Menurut Sdri MI, Munir mengalami perubahan tingkah laku sekembalinya dari tanah Papua. dia lebih banyak berdiam diri dan tidak beradaptasi lagi dengan lingkungan sekitar, pada siang hari waktunya habis di Empang dan ketika malam Munir biasanya kelaut untuk mencari ikan dan kepiting padahal dulu ketika malam tiba dia biasa ikut kumpul dengan warga bermain domino di Pos Ronda.

” Dia seperti ada kelainan sepulang dari Papua, lebih banyak diam dan terkadang terlihat seperti orang linglung dan tatapan matanya kosong. tetapi dia sama sekali tidak pernah memperlihatkan gelagat aneh yang membuat orang jadi takut,” terang MI.

Saat yang sama AH tetangga korban menjelaskan, Munir diakhir tahun 2020 setelah Pilkada berangkat ke Papua dengan rekan rekannya untuk mendulang emas namun tidak lama disana baru sekitar 2 minggu Munir sempat hilang di hutan Papua dan terpisah dari kelompoknya. Menurut AH, Munir hilang saat lagi istirahat berteduh di bawah pohon Besar dalam hutan.

AH pun menambahkan, saat Munir hilang dihutan Papua nanti sekitar 2 hari baru ditemukan tetapi tempat ditemukan oleh rekan rekannya masih di posisi pohon yang sama ketika dia menghilang. Setelah kejadian itu Munir banyak berdiam diri serta tidak banyak bicara dan tidak fokus untuk bekerja mendulang. Sehingga sebelum bulan suci Ramadhan Bulan April 2021 Munir diantar pulang kekampung oleh keluarganya.

” Sepertinya dia habis disembunyikan barang halus dihutan waktu menghilang, makanya dia biasa hilang ingatan kalo datang sakitnya,” Ucap AH.

Adapun motif percobaan pembunuhan yang dilakukan Munir terhadap saudara kandungnya sementara dalam proses penyidikan Polres Luwu timur. Oleh Warga dikutip dari ragam komentar positif netizens di beberapa media sosial kepada Sat Reskrim yang di Komandoi Iptu Elik Kendek, warga sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus ini.

Saat ini kondisi korban Sdr. Salam dalam perawatan intensif di ICU RSUD I Lagaligo Wotu dan dikabarkan sudah agak sedikit membaik dan bisa berbicara sepatah kata meskipun sempat melalui masa kritis diruang ICU. Sembari kita menunggu proses pihak kepolisian dalam mengungkap motif sebenarnya dari upaya percobaan pembunuhan yang dilakukan Sdr, Munir. (Jo”in).

JANGAN LEWATKAN