PT. Vale di duga abai Terhadap Tuntutan Aspirasi Forum Masyarakat Wasuponda

LUTIM. SINYALTAJAM.COM – Wakil Ketua II DPRD Luwu timur, Usman sadik memberikan apresiasi terhadap Forum Komunikasi Masyarakat Wasuponda, saat ditemui setelah menggelar rapat dikomisi III DPRD Luwu timur ia memberikan komentar terkait perseteruan antara PT. Vale Indonesia dengan Forum Komunikasi masyarakat Wasuponda (FKMW) yang tak kunjung usai.

Sebelumnya telah berlangsung pertemuan antara FKMW dengan PT.Vale yang difasilitasi camat Wasuponda pada Selasa 14 September 2021 dikantor kecamatan Wasuponda tetapi tidak ada titik temu kesepakatan kedua belah pihak dan seakan pihak PT. Vale abai terhadap tuntutan aspirasi dari Forum masyarakat Wasuponda.

PT. Vale diminta mengevaluasi sekaligus mengganti pengurus PKPM terkhusus BKAD Kec. Wasuponda, juga Program PKPM atau CSR yang dinilai tidak transparan, oleh karena itu PT. Vale agar melakukan audit penggunaan anggaran CSR mulai dari tahun 2018 sampai 2020.

Atas permintaan tuntutan FKMW itu, namun dalih Pihak eksternal PT. Vale mengatakan bahwa tetap menghargai tuntutan dari FKMW untuk mempaparkan dana anggaran PKPM, akan tetapi sesuai dengan prosedur dari PT Vale untuk pemaparan data tersebut harus melalui kabupaten.

Adapun tuntutan FKMW terkait pengembalian program PKPM/CSR seperti system sebelumnya yaitu menyalurkan di setiap Desa yang ada di Kec. Wasuponda. dan menyangkut anggaran PT. Vale di minta agar memaparkan anggaran PKPM yang di gelontarkan di Empat wilayah terkhusus Kec. Wasuponda mulai tahun 2018.

Namun jawaban atas tuntutan tersebut lagi lagi Pihak Eksternal PT. Vale memberikan jawaban yang telak bahwa untuk dana CSR sudah diserahkan sepenuhnya kepada pengurus PKPM dan BKAD wilayah Wasuponda. Hal ini berarti Dalam pertemuan tersebut belum mendapatkan hasil atau keputusan baik dari pihak FKMW maupun Eksternal PT. Vale Indonesia.

Wakil ketua II DPRD Luwu timur saat dimintai konfirmasi mengenai perseteruan kedua belah pihak menjelaskan bahwa sebenarnya selama ini kita menganggap bahwa apa yang menjadi harapan masyarakat hampir tidak sesuai dan diakui bahwa yang lebih fatal oleh PT. Vale yaitu terkait pembayaran CSR terkadang menunggak sampai dua tahun baru dibayarkan bantuan tersebut sehingga kita berfikir sebenarnya ada apa dengan PT. Vale ini.

Lanjut Usman Sadik , sebenarnya dari awal kita sudah bicarakan dan berkoordinasi dengan Bupati menyangkut hak hak masyarakat jangan dibiarkan begitu saja dan segera dibenahi, mustinya pembayaran bantuan itu harusnya dibayarkan tiap tahun dan insya Allah Bapak Bupati setelah kita koordinasikan akan segera di benahi.

” Menurut asumsi PT.Vale bahwa mereka tidak rutin membayar tiap tahun karena ada keterlambatan dan laporannya tidak lengkap, oleh karena itu perlu dievaluasi kinerja pengurusnya,” tutup Usman Sadik

Berlangsungnya gelar pertemuan antara Forum Komunikasi Masyarakat Wasuponda (FKMW) dengan Pihak Eksternal PT. Vale Indonesia, Tbk disebabkan Program kemitraan pemerintah daerah dan masyarakat (PKPM) dan Corporate social responsibility ( CSR ) dinilai tidak transparan mulai dari tahun 2018 sampai 2020.

Menurut Amrung selaku Ketua umum FKMW bahwa pihaknya tetap akan melakukan penyuratan kepada PT. Vale Indonesia untuk di laksanakan pertemuan kembali sampai ada penyelesaian, dan apabila pihak PT. Vale tidak mengakomodir apa yang menjadi tuntutan kami maka dipastikan kami akan turun dengan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa, kunci Amrung.

Lap.Tim

JANGAN LEWATKAN