Budiman ingin PT.Vale Segera Realisasikan 9 Point

Malili. Sinyaltajam.Com -Rapat evaluasi isu strategis pertambangan oleh pemerintah Kabupaten Luwu timur dengan PT. Vale Indonesia, Tbk Sorowako berlangsung di aula rujab Bupati Kamis (23/09/21). Dalam rapat kali ini membahas terkait sembilan point isu strategis yang dapat direalisasikan oleh PT.Vale, dari 11 point isu surat Bupati yang dilayangkan kepada PT.Vale.

Sementara rencana program menurut Hendra Kusuma Direktur eksternal PT.Vale tentang Progress dari sembilan point itu dapat direalisasikannya, semua baru bersifat rencana yang akan dimulai diawal tahun 2022 mendatang.

Merealisasikan sembilan point oleh perusahaan yang sudah lima puluh tahun beroperasi mengeruk tanah tambang di bumi Batara guru yang baru serba rencana itu, bagai taktik strategi ulur waktu oleh PT.Vale tetapi sepertinya akan jebol dan kandas melihat ketegasan Bupati Luwu timur H.Budiman atas nama pemerintah mewakili apa yang menjadi keinginan masyarakat Luwu timur.

Budiman dengan tegas menyampaikan agar rencana progres realisasi sembilan point itu segera dibuktikan oleh PT.Vale, karena saya tidak mau masyarakat menganggap bahwa pansus yang kami sudah bentuk ini dianggap tidak bekerja,” ungkapnya saat memimpin rapat.

Dia juga menegaskan untuk program, (TJSL) tanggung jawab sosial dan lingkungan agar program itu tetap terus berjalan, dan harusnya menjadi kekuatan sosial untuk Vale, dan masalah pencairan tinggal bagaiman tata cara kerjanya sehingga masyarakat yang ada di sekitar PT. Vale semua mendapatkan perberdayaan dan ini untuk menjaga kesenjangan sosial di lingkungan masyarakat.

“Adapun Program yang tidak jalan yaitu program pertanian terpadu, meskipun program itu tidak berkaitan dari 11 point isu, seperti desa parumpanai, desa laskap, dan daerah pesisir juga desa yang masuk area kawasan harus mendapatkan program pemberdayaan PT.Vale,” terangnya.

Budiman pun menegaskan serta mengingatkan bahwa terkait isu strategis ini tidak perlu melakukan perjalanan keluar untuk membahas realisasi sembilan point tersebut karena jangan sampai biaya perjalanan lebih besar dari apa yang mustinya yang harus kita berikan kepada masyarakat.

” Ya saya minta tidak perlu melakukan perjalanan keluar  itu pake biaya besar lagi jangan sampai biaya perjalanan 200 juta untuk masyarakat 100 juta  itu tidak benar, ” pungkas Budiman sambil menunjuk asisten dua.

Lanjut orang nomor satu di bumi Batara guru, mengungkapkan tentang aturan tidak boleh ada pasal yang tumpah tindih karena banyaknya lahan kawasan  dan ini perlu diperhatikan jangan sampai pasal yang kita lihat sehingga menghambat investasi di daerah kita dan ini perlu regulasi agar semua dapat berjalan.

“Dari sembilan point isu itu saya minta ke PT.Vale  Beasiswa untuk peserta didik,  ada warga Luwu timur yang melakukan Study kuliah keluar negeri atau ke perguruan tinggi ternama  dengan vasilitas dan biaya beasiswa dari PT.Vale.  Beasiswa dari Vale itu mustinya harus lebih besar dari beasiswa yang diberikan pemerintah Luwu timur” Tutup Budiman. Lap Tim

JANGAN LEWATKAN