Paksa berhenti kendaraan PT. Vale, Unjuk rasa FKMW minta transparansi dana CSR

LUTIM.SINYALTAJAM.COM- Forum Komunikasi Masyarakat Wasuponda dipimpin Muh.Adha dan Aryo Karim melaksanakan aksi unjuk rasa menyikapi transparansi dan perubahan system penggunaan dana CSR terhadap program PKPM oleh PT. Vale Indonesia,Tbk Sorowako pada Selasa, (13/10/21).

Aksi yang dipimpin Muh.Adha dan Aryo Karim sebagai Koordinator lapangan dan Amrung selaku Jendral lapangan juga sebagai ketua umum FKMW melaksanakan aksi didepan tugu nenas jalan poros trans Sorowako dan membakar ban bekas bentuk dari perlawanan mereka.

Dari pantauan media dilokasi aksi, pengunras membakar ban dan memaksa berhenti serta Menahan kendaraan karyawan perusahaan PT, Vale dan kendaraan kontraktor nasional maupun kontraktor lokal yang sedang melintas yang akan menuju ke Plant Site PT. Vale Indonesia, Tbk Sorowako.

Menurut Amrung ketua FKMW, aksi tersebut menuntut PT. Vale agar mengevaluasi sekaligus merombak pengurus program PKPM mulai dari tim koordinasi kabupaten (TKK), BKAD dan BKD terkusus BKAD Kec. Wasuponda dan kembali kesistem dulu yaitu menyalurkan CSR/Kondep ke tiap desa,” Ujarnya.

Saat aksi berlangsung massa peserta aksi berpencar membagi tiga titik yaitu didepan tugu nenas, dipertigaan PLN Wasuponda dan di jembatan batas Desa Tabarano dan Desa Ledu ledu jalan poros trans wasuponda Sorowako untuk menahan dan memaksa kendaraan PT. Vale berhenti.

Amrung menambahkan bahwa FKMW meminta PT. Vale Indonesia,Tbk agar transparansi dalam memaparkan besaran anggaran PKPM yang digelontorkan di empat wilayah pemberdayaan terkusus di Kec.Wasuponda mulai tahun 2018 sampai tahun 2020.

” Kami pun juga meminta
untuk menghadirkan Bapak Hendra Kusuma sebagai manager eksternal PT. Vale supaya memberikan penjelasan terkait tuntutan kami, ” tegas Amrung.

Saat aksi Penahanan Kendaraan sementara berjalan Personil Polsek Wasuponda dipimpin Iptu Jemmi P. (Kapolsek Wasuponda) bersama Joni Patabi (Camat Wasuponda) menemui massa peserta aksi melakukan mediasi dan memberikan teguran terkait aksi penahanan kendaraan karyawan.

Amrung pun menambahkan, setelah mediasi kami akan melakukan konsolidasi terkait tawaran pertemuan dengan perwakilan Manajemen PT. Vale Indonesia, Tbk. dan disepakati kami kedua belah pihak akan melakukan pertemuan pada Tanggal 15 Oktober 2021 di Sorowako,” Tutup Amrung.

Lap.Tim

JANGAN LEWATKAN