Mahasiswa MBKM Simulasi Darurat Bencana Gempa dan Banjir Bandang Integrasi Covid-19

 

Palu. Sinyaltajam.com – Mahasiswa MBKM Fakultas Pertanian Untad turut berpartisipasi dalam Kegiatan Simulasi Darurat Bencana Integrasi Covid-19 di Kabupaten Sigi dengan tema “Bersama Menuju Sigi Tangguh” bertempat di Lapangan Desa Rogo Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (27/10/21).

Kegiatan Simulasi Darurat Bencana Integrasi Covid-19 ini melibatkan Pemerintah Daerah, TNI, masyarakat, mahasiswa serta NGO yang berada di Kabupaten Sigi.

Dalam Simulasi Darurat Bencana Integrasi Covid-19 ini, turut di hadiri oleh Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, S.Sos., M.Si., serta melihat dan mengunjungi langsung para korban Simulasi.

Muh. Taufik Hidayat selaku Koordinator Desa Mahasiswa KKNT MBKM Desa Bulubete mengatakan, mahasiswa KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdeka) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) yang bekerjasama dengan Yayasan Inanta.

Sebanyak 23 mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan Simulasi Ruang darurat Bencana Gempa dan Banjir Bandang Integrasi Covid-19.

“Sebab menurut kami, hal ini sangat penting sekali untuk mempersiapkan masyarakat tangguh. Apabila di kemudian hari terjadi bencana alam, kita sudah mempunyai bekal atau persiapan untuk menghadapi bencana tersebut serta mampu menekan angka kerugian yang di akibatkan oleh bencana tersebut,” ujar Taufik.

“Dari simulasi ini juga, kita dapat melihat hal-hal yang menjadi kelemahan kita, sehingga kita bisa memperbaiki hal-hal yang menjadi kekurangan saat ini. Tidak hanya itu, di simulasi ini juga memperjelas alur alur koordinasi korban bencana ke pemerintah daerah yang lebih terstruktur serta sistematis,” jelasnya.

Jasmani Ghadi selaku Project Manager Yayasan Inanta, meminta masyarakat yang di wilayah rawan bencana di Kabupaten Sigi terutama di Desa Rogo dapat memiliki kesiapsiagaan.

“Simulasi ini mengajarkan beberapa pihak bertindak dan mengambil peran dalam simulasi ini. Dalam simulasi ini, ada yang berperan sebagai penolong, korban gempa, korban banjir bandang, serta masyarakat yang terdampak covid-19, namun yang terpenting dari semua itu adalah berkomunikasi, dan menjadi harapannya tidak adanya korban jiwa di berbagai bencana dalam desa,” harapnya.

“Dan harapan saya bagi teman teman mahasiswa, karena ini pengalaman pertama bagi mereka, ini bisa menjadi tambahan pengetahuan kompetensi jika suatu saat nanti akan bertempat tinggal di tempat yang rawan bencana, mahasiswa juga harus mampu menjadi ujung tombak harapan bagi masa depan bangsa, mereka harus bisa serta mampu mewariskan pengetahuan-pengetahuan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat, dan para petani yang mereka dampingi, ketika mereka telah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Selain itu, simulasi lapangan ini bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa bahwa banyak hal yang perlu dipelajari selain dari pada teori-teori yang didapatkan di dalam kampus, teori-teori kampus itu adalah tulisan yang hanya di tulis oleh segelintir orang namun pengalaman lapangan merupakan teori yang sebenarnya yang lebih kaya dan lebih baik untuk dipelajari kedepannya,” jelas Jasmani.

Kegiatan Simulasi Darurat Bencana Integrasi Covid-19 diakhiri dengan pelaksanaan Vaksinasi Dosis 1 dan dosis 2. Sebanyak kurang lebih 62 masyarakat ikut mendapatkan Vaksinasi dosis 1 dan dosis 2.

JANGAN LEWATKAN