Dinas Lingkungan Hidup – PT SULINDO Gelar Sosialisasi Jalur Trasmisi SUTT

 

Lutim, Sinyaltajam.com –Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan PT SULINDO Putra Timur menggelar sosilisasi Jalur Trasmisi Saluran Udara Tingkat Tinggi (SUTT) 150 KV PLTA Pongkeru 107 MW HEPP PONGKERU-MALILI SUB STATION, bertempat di aula Hotel I Lagaligo Puncak Indah, Senin (29/11)

Menurut Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup, Nasir JD menjelaskan Bahwa sosialisasi tersebut sudah ke tiga kalinya dilakukan pertama di kantor Desa Pongkeru dan kedua di Kantor Camat Malili.

“Awalnya yang dibahas hanya PLTA namun ternyata penunjang dari pada itu ada Trasmisi, sehingga berdasarkan PP 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan tehadap lingkungan hidup khususnya pasal 28 sampai 35, itu ada 8 pasal yang mengatur keterlibatan publik didalam proses penyusunan AMDAL, sehingga atas dasar itulah kita adakan konsultasi publik ini,” ungkap Nasir.

Selanjutnya, Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup, Nasir JD mengatakan bahwa pada prinsipnya subtansi daripada konsultasi publik tersebut agar bagaimana pemrakarsa atau penanggungjawab memberikan informasi kepada masyarakat baik yang terdampak maupun bagi yang terlibat dalam pengambilan keputusan, rencana atau diskripsi kegiatan PT SULINDO seperti apa, sebagaimana telah dipaparkan oleh konsultan.

Lanjut kata dia, “Ketika ada feedback dari masyarakat kemudian ternyata disitu ada yang terdampak, maka ini harus di coba dikomunikasikan atau dikolaborasikan antara informasi dari pengusaha atau investor dari PT SULINDO,” Kata Nasir.

Ia menambahkan, bahwa sepanjang 16 KM dilalui jalur trasmisi mulai dari power house desa pongkeru menuju ke gardu indo dusun balambano desa Puncak Indah, dan dalam jarak 16 KM tersebut ada 47 Thower yang akan dibangun oleh PT SULINDO.

“Yang mana status lahannya itu ada kawasan hutan lindung,hutan produksi terbatas dan arah penggunaan lain,itu dicoba tadi di straising untuk melakukan identifikasi masing-masing lahan yang akan dilalui oleh jalur trasmisi SUTT 150 KPA,” ujarnya.

Jadi,Kami dari DLH hanya memfasilitasi pertemuan ini dengan pemerakarsa, juga masyarakat dan semua stakeholder terkait nantinya pada penilaian dokumen ini akan dinilai oleh Tim penilai komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pusat, karena berada pada kawasan hutan lindung. Nanti pada pendekatan studinya adalah pendekatan studi terpadu antara PLTA nya kemudian jaringan trasmisi,” Tutup Kabid Nasir.

Kegiatan ini dihadiri Kadis DLH dan Kabid,Kapolsek Malili,Danramil,OPD terkait, Direktur PT. SULINDO, Konsultan, Kepala Desa Pongkeru,Harapan,juga Puncak Indah dan BPD masing-masing Desa. (*)

Laporan: Herman Jaya

JANGAN LEWATKAN