SMK 1 Bantaeng jadi Pilot Project Agen Pegadaian

BANTAENG, RADAR SELATAN — SMK Negeri 1 Bantaeng merayakan hari jadinya yang ke 58 pada Senin, 29 November 2021. Pada gelaran ini, sekolah itu juga meresmikan Agen Pegadaian.

Agen ini menjadi pilot project untuk nantinya diterapkan di sekolah-sekolah lain di Sulsel. Program ini disebut Pegadaian Goes to School.

Kepala UPT SMK Negeri 1 Bantaeng, Samsud Samad menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Pegadaian. Rencananya, lewat kerja sama ini, sekolahnya bakal dibuka pula kelas Pegadaian.

“Alhamdulillah kita memperingati hari jadi SMK Negeri 1 Bantaeng. Kita telah menandatangani MoU dengan Pegadaian dalam rangka meningkatkan kerja sama terkait dengan hubungan kemitraan dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.

“Kit akan buka kelas Pegadaian, kelas ini merupakan pengembangan SDM yang dilakukan SMK 1 Bantaeng dengan mitra Pegadaian. Kedepannya, alumninya nanti, mereka akan mendapat lapangan pekerjaan di kantor pegadaian,” sambungnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa kerja sama ini sekaligus menjadi ajang bagi peserta didiknya untuk meningkatkan pengetahuan terkait perniagaan.

“Kita harapkan nanti kedepan dari (agen) pegadaian ini menjadi inkubator bisnis dan laboratorium anak-anak untuk melaksanakan praktek,” jelas dia.

Sementara itu, Manajer Jaringan dan Layanan Agen Pegadaian, Nurfadli menuturkan bahwa agen pegadaian yang diterapkan di sekolah ini merupakan upaya perusahaan plat merah itu untuk menggaet nasabah.

“Sekarang Pegadaian mengembangkan sayap bisnis dengan melakukan sinergi kemitraan bersama dengan masyarakat. Untuk Kabupaten Bantaeng kita penetrasi bisnis dengan agen pegadaian goes to school,” katanya.

Kata dia, seluruh layanan Pegadaian diterapkan pada agen ini. Seperti transaksi produk tabungan emas, pembiayaan kendaraan, dan layanan lainnya.

Dia menyebut, agen pegadaian goes to school ini diharap bisa diaplikasikan pula di sekolah-sekolah lainnya di Sulsel.

“Agen Pegadaian Goes to School ini menjadi Prototipe kita yang nantinya diterapkan di Makassar, kemudian ke daerah lain, nanti akan dilakukan di sekolah yang memiliki pasar dan sinergi bersama,” jelas dia. (*)

JANGAN LEWATKAN