PABPDSI Lutim Diterpa Isu Miring, Sasongko Wakil Ketua I Angkat Bicara

Lutim, Sinyaltajam.com –Terkait isu miring yang dihembuskan beberapa oknum yang tidak suka terbentuknya PABPDSI Luwu Timur yang baru saja dilantik  dan di sahkan kepengurusannya, bahwa pembentukan tersebut tidak berdasarkan hasil musyawarah yang korum sesuai regulasi. Wakil ketua l persatuan anggota badan permusyawaratan desa seluruh Indonesia angkat bicara.

Menurutnya bahwa FK-BPD yang beralih ke PABPDSI bukan sekedar berafiliasi tanpa dasar tapi berdasarkan musyawarah dan kesepakatan bersama sebagian besar para pengurus inti.

“Iya dasar kami berafiliasi atas pertimbangan bersama juga berdasarkan surat mandat dari ketua PABPDSI Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 16 Juli 2021 untuk segera membentuk organisasi PABPDSI di Luwu Timur,” jelas Sasongko saat di konfirmasi wartawan Sinyal Tajam via telpon seluler. Selasa (30/11)

“Maka atas dasar itu pula teman pengurus segera menyelenggarakan musyawarah pada tanggal 19 Juli 2021 di Taman Tilung Kecamatan Tomoni dengan menghadirkan 2/3 dari pengurus inti dari sebelas Kecamatan, dan dari hasilnya bersama sepakat untuk beralih dari FK-BPD ke PABPDSI, dan secara organisasi ini sudah sah,” ungkapnya.

Lanjut kata Sasongko, “Terkait maunya mereka yang beberapa oknum tidak menyetujui dari pembentukan PABPDSI ini dengan anggapan harus menghadirkan seluruh anggota BPD seluwu Timur minimal 50 plus 1 saya rasa itu tidak mungkin, sebab kita terkendala Covid-19, sementara kita harus ikuti aturan pemerintah terkait prokes dan itu tidak boleh dilanggar,” ujarnya.

“Dia juga menjelaskan bahwa kenapa hari itu tidak dilakukan pergantian pengurus karena peserta rapat telah bersepakat untuk tidak perlu merubah susunan pengurus dan tetap di amanahkan pada pengurus lama, kecuali sedikit yaitu wakil ketua l yang awalnya dijabat saudara Faisal digantikan oleh saya sendiri, namun selang beberapa waktu saudara Faisal mengundurkan diri dari pengurus dan keluar dari organisasi PABPDSI waktu itu” jelasnya.

“Jadi seluruh keputusan yang diambil dalam kegiatan waktu itu berdasarkan kesepakatan dan satu hal yang perlu dicatat bahwa peserta rapat memandatkan atau memberikan kepercayaan kepada unsur pimpinan untuk melengkapi sturuktur organisasi yang dianggap perlu dan itu semua dituangkan dalam berita acara kegiatan,” tutur Sasongko.

Selanjutnya menurut Wakil Ketua l PABPDSI pada saat pembentukan dan pemilihan pengurus pertama FK- BPD Kabupaten, dulu sama juga sistemnya dengan musyawarah pembentukan PABPDSI tersebut hanya mengundang dari keterwakilan masing-masing.

“Jadi saya minta kepada seluruh saudara anggota BPD se-Kabupaten Luwu Timur mari kita sama-sama berpikir jernih jangan mudah terprovokasi oknum yang tidak mengetahui sejarah dan seluk-beluk awal berdirinya organisasi ini,” tandas Sasongko.

“Saya berharap kedepan semoga kita bisa bersatu di bawah naungan satu wadah organisasi yaitu PABPDSI yang mana jelas legalitasnya mulai dari tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten demi kemajuan organisasi juga kemashlahatan seluruh anggota BPD,” Aamiin ! Harapnya.(*)

Laporan: Tim Redaksi

JANGAN LEWATKAN