Legislator Fraksi Golkar Najamuddin Berkunjung di Wewangriu, Kades Budiman Sampaikan 7 Aspirasi Warga Wewangriu

Atas Post

 

Lutim, Sinyaltajam.com –Dalam temu konstituen masa reses perseorangan yang digelar anggota DPRD Fraksi Golkar Najamuddin S.An pada Jumat (10/12) pukul 14.00 wita di aula Kantor Desa Wewangriu Kepala Desa Budiman menyampaikan terima kasih dan apresiasinya.

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada bapak anggota Dewan Najamuddin yang telah berkenan mengunjungi warga pada hari ini di Desa Wewangriu, ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami,” ucapnya.

Selanjutnya Kepala Desa Wewangriu menyampaikan agar warganya menyampaikan semua aspirasinya untuk bisa ditampung dan diperjuangkan oleh anggota DPRD Najamuddin.

“Jadi disinilah saatnya kita menyampaikan saran dan kritikan membangun kita selaku warga, permasalahan yang kita hadapi yang bersifat skala prioritas dan bukan bersifat kepentingan, tapi atas dasar apa yang dibutuhkan masyarakat setempat. Karena berbeda halnya antara kepentingan dan kebutuhan,” pinta Budiman.

Dalam kesempatan itu juga Kades Budiman mewakili aspirasi masyarakat Wewangriu yang pada umumnya menyampaikan 7 usulan di Desanya yang menjadi skala prioritas dan menurutnya sejak tahun 2018 di usulkan namun sampai saat ini belum ada satupun terealisasikan, meski sudah berapa kali diusulkan di musrembang.

Menurutnya ke 7 usulan proyek pembangunan tersebut diantaranya, Jalan sekitar 3 KM yang menghubungkan dusun Kore-Korea dengan Dusun Paorebai .

” Jalan ini sangat dibutuhkan untuk memudahkan akses bagi petani. Kasihan petani kita selama ini kalau mau angkut hasil panennya harus sewa tarif ojek Rp 50.000 sekali angkut ” Kata Budiman.

Kemudian Rehab Kantor Kepala Desa Wewangriu yang plafon sudah banyak rusak dan atapnya bocor.

Pembangunan sarana olah raga, yang sampai saat ini masih menunggu dana hibah dari Dinas Pendidikan mengingat lahannya masih aset Dinas Pendidikan.

Pengerasan Jalan Produksi yang berada di belakang kantor desa. Pemeliharaan Jalan beton yang menghubungkan Patande dengan Kore -Korea sudah banyak berlubang .

Kelompok Tani membutuhkan alat combain untuk memudahkan proses panen gabah petani.

Terakhir warga membutuhkan alat berat untuk membersihkan tunggul kayu yang banyak dilahan sawah warga. Tunggul kayu besar ini hanya bisa di cabut menggunakan alat berat.

” Itulah 7 usulan yang selalu dibahas di musrembang namun saat ini belum tersentuh pemerintah, dan terkait lahan persawahan yang banyak tunggul kayunya memerlukan alat berat, saya perkirakan ada sekitar 25 Hektar lahan sawah warga yang banyak tunggul kayu nya . ” Ungkap Budiman.

Mendengar penyampaian tersebut, Najamuddin siap memperjuangkan usulan tersebut. ” Terima kasih ini saya catat dan akan saya perjuangkan di DPRD nantinya supaya bisa direalisasikan. ” Ujar Najamuddin.

Untuk alat Combain, disarankan kelompok tani membuat surat permohonan ke Dinas Pertanian. Biasanya jika ada surat permohonan permintaan alat Combain itu cepat ditindak lanjuti Dinas Pertanian. Katanya

Selanjutnya alat berat untuk mencabut tunggul kayu dilahan sawah seluas 25 hektar itu, Najamuddin juga meminta Kelompok Tani menyurat ke Dinas Pertanian melalui Kepala Desa, nanti Dinas Pertanian menyurat ke Dinas PU untuk meminjamkan alat berat tersebut.

“Karena hanya di PU yang memiliki escavator, makanya prosedur harus menyurat secara resmi. Nanti saya bantu kawal juga. ” Tandas Najamuddin. (*)

Laporan: Herman Jaya

JANGAN LEWATKAN