Janji Bangun RTH Belum Terlaksana, Ketua Pansus 11 DPRD Lutim Tagih PT.Vale-PT.CLM

Atas Post

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Ketua pansus 11 Isu Strategi Tambang DPRD Kabupaten Luwu Timur Najamuddin, dibuat gerah oleh dua perusahaan pengelola tambang di daerah ini yakni PT.Vale dan PT.CLM. Pasalnya, sejak dilakukan launching sekitar delapan bulan lalu, kedua perusahaan itu belum juga menampakkan keseriusannya untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Sampai sekarang kami belum melihat niat baik PT.Vale dan PT.CLM untuk menunaikan janjinya membangun ruang terbuka hijau (RTH). Kami khawatir kedua perusahaan tersebut tak lebih hanya memberikan janji manis kepada pemerintah dan masyarakat Luwu Timur. Buktinya, sudah berjalan delapan bulan belum ada kegiatan di lapangan,” ungkap Najamuddin dengan nada tinggi, Selasa (21/12/2021) di kantornya.

Padahal masyarakat sudah menantikan dan berharap rencana pembangunan RTH bisa dinikmati. Sebab konsepnya akan membangun Bundaran Batara Guru (BBG) yang berada di Kawasan Desa Puncak, Malili akan di sulap menjadi City Center. Bahkan PT.CLM rencananya akan membangun Sport Center.

“Sesungguhnya rencana pembangunan RTH tersebut selain sebagai fungsi ekologi, area ini juga bisa dijadikan ruang interaksi, rekreasi, edukasi, ekonomi dan fungsi estetis. Tapi tampaknya kegembiraan masyarakat itu bisa dipastikan akan terkubur. Itu karena kedua perusahaan tersebut belum memperlihatkan niat baiknya,” geram Najamuddin.

Politisi senior partai beringin rindang ini, menilai, boleh jadi janji kedua perusahaan itu dikemukakan saat itu dihadapan pemerintah daerah karena kepentingannya terhadap adanya konsep 11 isu strategis bidang pertambangan. Padahal ketika itu sudah dilakukan peletakan batu pertama, tapi belum ada tindaklanjut terhadap program itu.

“Jangan-jangan PT.Vale hanya memberi janji manis. Tapi setelah memperoleh surat dari Bupati Lutim terkait 11 isu strategi tambang, membuat perusahaan itu mengurungkan niatnya dan tidak ingin lagi melanjutkan pembangunan RTH,” itu,” tegas Najamuddin.

“Na” kenapa sampai hari ini belum dikerjakan padahal rencana pembangunan itu menurut Vale akan selesaikan sampai 2023, bahkan sampai sekarang sisa menghitung hari memasuki 2022 belum ada kejelasan untuk dibangun,”tuturnya.

Dia juga mengaku heran, karena hingga kini belum ada penyampaian ke Pemda maupun DPRD terkait kelanjutan rencana pembangun RTH tersebut. Padahal Bupati Budiman sudah sosialisasikan secara luas kalau PT.Vale akan membangun City Center tanpa APBD, melainkan menggunakan CSR Vale.

Namun sebaliknya, legislator Golkar dua periode ini mengaku salut dan mengapersiasi dengan upaya yang dilakukan PT. Bank Sulselbar Cabang Lutim. Bank BUMD ini tidak banyak argumen tapi langsung aksi di lapangan setelah launching dan saat ini pengerjaan taman sudah mencapai 80 persen. (**)
Lap Masding.

JANGAN LEWATKAN