Tak Dihadiri Dinas Perpustakaan, Andi Ugi Tetap Berharap Ranperda Perpustakaan Mampu Tangkal Dampak Globalisasi

BANTAENG,SINYALTAJAM.com – Legislator Partai Persatuan Pembagunan (PPP) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Sugiarti Mangun Karim, M.Si mengharapkan melalui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Transformasi Penyelenggaraan Perpustakaan, para pemuda dapat lebih mengembangkan dirinya lewat beragam ilmu yang diperoleh lewat perpustakaan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Andi Ugi, sapaan akrabnya, saat digelar konsultasi publik dengan mengusung tema Transformasi Penyelenggaraan Perpustakaan yang dilaksanakan, Ahad (26/12/2021) di Hotel BM Bantaeng.

Bukan hanya itu, kegiatan yang dihadiri sedikitnya sepuluh komunitas pemuda di Bantaeng ini, Andi Ugi menyebutkan, peran perpustakaan sebagai wadah berkumpulnya generasi muda guna mendapatkan info tentang budaya dan sejarah di daerahnya. Lewat perpustakaan ini juga dapat menangkal serbuan serta dampak dari globalisasi.

“Jadi kami berupaya agar perpustakaan tak lagi menjadi tempat membaca atau hanya sekedar meminjam buku. Tapi dapat menjadi wadah menghimpun para pemuda. Termasuk bagaimana menyiapkan teknologi guna menghadirkan perpustakaan modern di Sulsel,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini kondisi perpustakaan di kabupaten dan kota masih jauh dari standarisasi. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang kian pesat, hanya dengan mengklik link serba ada yakni om google, informasi apapun bisa diperoleh. Akibatnya, masyarakat terutama pemuda, kurang berminat datang ke perpustakaan.

“Ranperda tentang Transformasi Perpustakaan ini sangat dibutuhkan untuk membuat perpustakaan yang layak di Sulsel dan menjadi kebutuhan masyarakat guna memperkaya literasi dan kian menumbuhkan minat baca,” jelasnya.

Bukan apa-apa, lanjut Ketua DPC PPP Bantaeng ini, boleh dikata tingkat literasi masyarakat di Sulsel masih terbilang rendah. Sehingga, dibutuhkan kehadiran pemerintah guna mendorong agar tingkat literasi dan peningkatan minat baca masyarakat bisa semakin baik.

“Generasi saat ini boleh dikata lebih asyik berselancar mendapat beragam informasi menggunakan gadget atau internetan. Semoga hadirnya perpustakaan hingga ke desa nantinya dapat di support pemerintah daerah. Ini sekaligus untuk memfilter dampak globalisasi. Apalagi sudah banyak nilai-nilai di masyarakat mengalami pergeseran,” jelasnya.

Dalam rancangan perda ini juga, diharapkan dapat mengatur pemberian penghargaan kepada para pegiat perpustakaan. Tujuannya agar generasi muda lebih banyak membaca dan kaya literasi. Dengan begitu, dapat menghidupkan kembali kegemaran membaca dan ini bisa dimulai dari tingkat desa.

“Jika Perda ini nantinya dapat berjalan dengan baik, saya menginisiasi untuk membentuk kelompok perpustakaan. Tujuannya, agar pemuda bisa membentuk nilai-nilai kebudayaan dalam rangka membentengi generasi dari perubahan yang setiap saat bisa terjadi,” tandasnya.

Hanya saja, pada kegiatan tersebut, terkesan tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten Bantaeng. Pasalnya, jauh sebelum kegiatan dilaksanakan anggota DPRD Sulsel, Andi Ugi, telah mengundang Dinas Perpustakaan Daerah Bantaeng sekaligus sebagai pembicara. Namun hingga acara selesai, tak satupun pegawai Perpustakaan Pemkab Bantaeng yang hadir.

(ASA)

JANGAN LEWATKAN