Warga Demo Diduga Soal Sertipikat Tanah, Ini Tanggapan Kades Harapan

 

Lutim, Sinyaltajam.com — Sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Harapan Kecamatan Malili sekitar pukul 09.00 Wita dengan membakar ban bekas di tengah jalan poros Malili-Sultra. Kamis (06/01)

Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut Kepala Desa Harapan Mustakim menjelaskan bahwa sejumlah oknum yang berunjuk rasa tersebut tanpa dasar yang jelas karena tidak ada persuratan secara administrasi masuk di Desa maupun di BPD tapi langsung menyurat ke Kapolres.

“Jadi ada beberapa warga dari transmigrasi sekitar 8 orang datang demo didepan kantor Desa meminta untuk lakukan pertemuan di aula kantor Desa Harapan tapi setelah kami dari Pemdes ajak masuk tapi justru ia menolak,” Ungkap Kades Mustakim.

Lanjut kata Kades Harapan, “Oleh karena dia tidak mau masuk dalam kantor jadi kami minta untuk menyampaikan poin-poin tentang apa yang dituntut, supaya kami dari pemerintah desa bisa memberikan informasi agar kami dapat mencarikan solusi sesuai apa yang kami lakukan selama ini hampir 2 tahun dalam hal pengurusan sertipikat, karena kabarnya itu yang mereka tuntut,” Tuturnya.

Menurut Kades Harapan Mustakim, bahwa sertifikat yang dimaksud oleh mereka saat ini sudah ada di BPN namun tinggal tunggu waktu untuk mengambil sertipikat tersebut setelah ada format yang diberikan oleh Badan Pertanahan Nasional.

“Dari 770 sertipikat warga yang kami uruskan tersebut semuanya belum selesai sebab ada beberapa orang yang di uruskan dan sudah masuk namanya masih berada diluar Daerah, sehingga itu yang menjadi kendala untuk bisa diambil secara serentak sertipikat tersebut di BPN,” Ujar Mustakim.

Menurutnya juga bahwa pemerintah desa sudah beri waktu satu minggu itupun belum rampung sehingga hari ini pihak pemerintah Desa akan berkunjung ke BPN untuk mengambil sertipikat tersebut sesuai petunjuk BPN melalui format yang telah diberikan dan dilampirkan dengan KTP yang diketahui oleh Kepala Desa.

“Jadi apa yang di orasikan oleh beberapa warga kami dari transmigrasi kami belum paham betul apa indikasi dan poin-poin yang telah disampaikan, cuma yang kami dengar masalah sertikat yang lambat, padahal kami punya banyak pertimbangan sehingga belum kami ambil sertipikat itu karena banyaknya masyarakat yang mendapatkan sertipikat sekitar 770 orang, tidak seperti dengan desa-desa lain yang hanya mungkin 100 atau 200 orang saja sehingga mereka cepat membagikan sertipikatnya,” terangnya

“Kemudian terkait administrasi tetap kami berjalan dengan memanfaatkan Kadus dan RT untuk mengunjungi masyarakat untuk menandatangani format dan menyetor KTPnya sebagai bahan administrasi untuk membawa ke BPN, dan setelah kami ambil tentu kami akan undang masyarakat dan menyerahkan sertipikat miliknya sesuai nama yang tercantum,” Tambah Kades Mustakim. (*)

Laporan: Herman Jaya

JANGAN LEWATKAN