Gandeng Bank BRI, Pemkab Lutim Gelar Gathering Ekosistem Desa

LUTIM, SINYALTAJAM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Gathering Ekosistem Desa yang berlangsung di Aula Hotel I Lagaligo, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Selasa (11/01/2022).

Hadir pada kesempatan ini sekaligus juga sebagai narasumber, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian, Senfri oktovianus S.STP, M.PA, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Erwin, Kepala Cabang BRI Masamba serta pimpinan Unit BRI se-Kabaupaten Luwu Timur.

Pimpinan BRI Cabang Masamba, Erix Nurharly saat membuka acara menjelaskan bahwa, program gathering ekonomi desa dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan kampanye terhadap beberapa produk dari beberapa layanan Bank BRI, diantaranya BRI link, Asuransi Brins, Pasar.id, Stroberi Kasir dan beberapa produk layanan BRI lainnya.

“Tujuannya adalah agar dari sekian produk layanan BRI tersebut diharapkan mampu menciptakan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya,” ungkap Erix Nurharli.

Oleh karena itu, lanjut Erix, di tahun 2022 ini sangat di harapkan adanya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan Bank BRI agar upaya terciptanya kebangkitan ekonomi rakyat baik dari sektor perdagangan, perindustrian maupun dari sektor jasa.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian, Senfry Oktavianus dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa, pada dasarnya ada 4 pilar utama yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah dalam upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan UMKM yang ada di Luwu Timur, ke 4 pilar tersebut di kemas dalam berbagai kegiatan, diantaranya ;

1. Peningkatan SDM para pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan baik berupa manajemen Usaha, produksi, pemasaran dan lain sebagainya.

2. Kegitan pendampingan usaha dalam memperoleh hak kekayaan intelektual yakni merek, sehingga para UKM memiliki brand yang telah bersertifikat paten.

3. Kegiatan pendampingan terkait pengembangan dan inovasi produksi ini dilakukan dalam bentuk memberikan kesempatan bagi pelaku UKM atau IKM untuk mengikuti kegiatan pelatihan pada lembaga lembaga khusus.

4. Keterlibatan Pemerintah dalam melakukan pemasaran terhadap hasil produk UMKM, kegiatan ini dikemas dalam bentuk mengikuti kegiatan ekspo/pameran baik yang berskala lokal maupun yang berkala nasional.

“Yang tak kala pentingnya, saat ini Pemerintah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian telah melaunching satu bentuk aplikasi yang diberi nama BALU’TA. Aplikasi ini selain sebagai aplikasi sentra data bagi umkm yg ada pada dinas, juga merupakan aplikasi pemasaran bagi semua pelaku UMKM, tujuannya agar para pelaku UMKM dapat memanfaatkannya sebagai sarana pemasaran sekaligus sebagai sarana penghubung dengan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian di Luwu Timur,” tandas Senfry.

Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Erwin dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa, salah satu keberhasilan ekonomi suatu desa dapat dilihat dari tingkat keberhasilan lembaga BUMDes yang ada di desa tersebut, hingga saat ini Pemerintah pusat dan daerah telah menggelontorkan dana besar untuk menunjang kegiatan yang di laksanakan oleh Bumdes tersebut.

“Untuk di Luwu Timur, dari hasil pengamatan diperkiran sekitar 10 % Bumdes telah berhasil mengelola keungan desa. Misalnya, Bumdes Desa Bangun Jaya Kec. Tomoni, BUMDes Desa Soroako dan lain sebagainya,” beber Erwin.

Terakhir, Erwin mengungkapkan bahwa, kurangnya tingkat keberhasilan Bumdes tersebut disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya permasalahan kepengurusan, jenis usaha yang dijalankan serta regulasi yang kurang tepat dalam pengelolaan Bumdes.

Kegiatan Ghatering Ekonomi Desa ini turut diikuti oleh para Pimpinan Bank BRI Unit serta para Mantri se-Kabupaten Luwu Timur.

[ikp/kominfo]

JANGAN LEWATKAN