Assosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Menggelar Aksi Damai di Halaman Kantor DPRD

Atas Post

LUWU TIMUR, SINYAL TAJAM, COM – Sejumlah perwakilan petani sawit Luwu Timur, yang tergabung dalam Assosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menggelar aksi damai di halaman kantor DPRD Kabupaten Luwu Timur, Desa Puncak Indah Kecaamtan Malili, Selasa 17/5/2022.

Mereka meminta kepada pemerintah kabupaten Luwu Timur melalui DPRD Kabupaten Luwu Timur agar aspirasi mereka bisa di perhatikan dan memberi sangsi kepada PKS -pks yang nakal.

Usai menyampaikan aspirasinya, wakil ketua DPRD kabupaten Luwu Timur Usman Sadik yang di dampingi beberapa anggota DPRD lainnya, meminta kepada seluruh perwakilan petani sawit yang hadir untuk melakukan dialog bersama di ruang aspirasi DPRD.

Dalam dialog tersebut, Suparjo selaku penasehat dari assosiasi APKASINDO menyampaikan beberapa hal terkait kebijakan pemerintah RI tentang larangan eksport minyak goreng dan CPO sehingga mengakibatkan anjloknya TBS (Tandan Buah Segar) sehingga mengakibatkan perekonomian rumah tangga petani sawit Indonesia menjadi tertekan dan memperihatinkan.

Dalam dialog, Suparjo juga menyampaikan ada empat hal tuntunya ke DPRD Kabupaten Luwu Timur untuk segera di tindak lanjuti, yaitu:

1.menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat melalui pemerintah daerah atau perwakilan rakyat daerah, agar pemerintah pusat segera mencabut larangan eksport minyak goreng dan CPO demi keselamatan petani kelapa sawit dari keterpurukan harga TBS yang mengakibatkan kerugian petani.

2.meminta pemerintah Sulawesi Selatan agar memberi sanksi tegas kepada pks-pks nakal yang tidak mengikuti ketetapan harga TBS yang di sepakati pada setiap bulan.

3. Meminta pemerintah daerah kabupaten Luwu Timur agar memberi sanksi tegas berupa pencabutan izin operasi kepada pks-pks nakal yang semena -mena yang menurunkan harga TBS sepihak tanpa pemberitahuan, karena hal ini sangat berdampak pada kerugian petani sawit.

4. Memintah pemerintah daerah kabupaten Luwu Timur agar memperhatikan nasib petani kelapa sawit melalui bantuan pupuk subsidi dan penyuluh perkebunan sehingga tidak ada perbedaan antara petani sawit dan petani lainnya demi kesejahteraan masyarakat Luwu Timur.

Menyikapi hal yang di sampaikan para perwakilan petani sawit, wakil ketua DPRD Usman Sadik mengatakan akan tetap melakukan konsultasi dengan dinas koperindag dan menteri perdagangan terkait larangan eksport CPO dan kelangkaan minyak goreng.

“Terkait hal ini, kami akan tetap melakukan konsultasi dengan dinas koperindag selanjutnya menteri perdagangan terakit larangan eksport CPO dan kelangkahan minyak goreng dan insyaallah ini segera akan kami tindak lanjuti, “ujar Usman Sadik.

Usman Sadik juga mengatakan kalau nantinya apapun yang menjadi hasil dari konsultasi dengan pihak terkait, itu akan di sampaikan kembali ke para perwakilan petani sawit luwu timur,

“Apapun nanti hasilnya dan bentuk konsultasi nanti, itu kami akan sampaikan kembali kepada bapak-bapak, “tuturnya.

Terkait dengan kelangkahan pupuk bersubsidi yang juga di rasakan para petani sawit, Usman Sadik juga nantinya akan mengundang dinas pertanian dan distributor sekaligus pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi permainan pupuk bersubsidi.

Di akhir dialognya, penasehat APKASINDO, Suparjo mengatakan “apabila tuntutan dalam aksi damai ini tidak ada tindak lanjutnya, maka kami selaku perwakilan petani kelapa sawit luwu timur akan melanjutkan aksi kedua dengan membawa massa petani sawit yang lebih besar dari saat ini, “tutup Suparjo. Lap Masding

JANGAN LEWATKAN