Pembayaran Pajak Non Tunai di Bank Sulselbar Dimudahkan Pakai Aplikasi QRIS

Atas Post

BANTAENG, SINYALTAJAM.COM – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bantaeng menggelar Sosialisasi Optimalisasi Pemungutan BPHTB Berbasis Digitalisasi dan QRIS PT. Bank Sulselbar. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dan meningkatkan PAD dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta pajak dan retribusi daerah melalui aplikasi sistem elektronik.

Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Bidang Pendapatan BPKD Bantaeng Muhammad Hatta, Pimpinan PT. Bank Sulselbar Cabang Bantaeng, St. Dahlia Akma, serta sejumlah OPD pengelola PAD yang dilaksanakan di ruang rapat Kepala BPKD, Senin (20/6/2022).

Dalam sosialisasi itu dipaparkan tentang tata cara pemanfaatan kanal digital untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah terutama BPHTB lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Aplikasi ini adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Menurut Kabid Pendapatan, Muhammad Hatta, sebagai pengelola pajak dan retribusi daerah dituntut untuk terus melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya dalam hal pembayaran pajak dan retribusi.

Dengan adanya kanal pembayaran secara digital, kata dia, masyarakat selaku wajib pajak dan wajib retribusi itu dapat dimudahkan dalam menyelesaikan kewajibannya.

“Di era teknologi digital 4.0, masyarakat dapat melakukan apa saja melalui Handphone Android di genggamannya. Makanya Pemkab bersama Bank Sulselbar memanfaatkan kanal-kanal pembayaran digital menggunakan aplikasi kanal QRIS,” jelas Hatta.

Lewat aplikasi QRIS, masyarakat tidak perlu ribet lagi. Mereka cukup memindai (scan) barcode yang disediakan Bank Sulselbar maka pembayaran pajak atau retribusi akan masuk ke rekening kas Pemerintah Daerah.

Sementara Pimpinan PT. Bank Sulselbar Cabang Bantaeng St. Dahlia Akma, menyambut baik program digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi ini. Sebab lewat aplikasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pelayanan gratis yang dilakukan secara online dan juga tanpa kertas (paperless). Penyetoran pajak dapat dilakukan melalui layanan yang sudah tersedia pada Bank Sulselbar.

“Kami selalu mendukung inovasi yang dilakukan Pemda dan akan menyiapkan sarana untuk membantu pengoptimalan penerimaan PAD. Kami akan menyiapkan kode batang (barcode) untuk semua jenis pajak dan retribusi daerah yang ada termasuk BPHTB,” ungkapnya.

Sebagai implementasi, imbuh Dahlia, pihaknya akan menempatkan kode batang sesuai yang ditentukan oleh OPD pengelola PAD. Tentunya upaya ini dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat guna mempersingkat waktu dan memperpendek alur birokrasi sehingga pelayanan efektif, efisien dan ekonomis.

Sebagai implementasi, imbuh Dahlia, pihaknya telah menyerahkan sebanyak 21 barcode kepada Notaris dan Camat untuk ditempatkan dikantor Masing- masing sesuai yang ditentukan oleh OPD pengelola PAD. Selain pajak BPHTB, Bank Sulselbar Cabang Bantaeng juga telah menyiapkan 9 jenis pembayaran pajak retribusi daerah lainnya melalui QRIS .

“Semua upaya ini dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat guna mempersingkat waktu dan memperpendek alur birokrasi sehingga pelayanan efektif, efisien dan ekonomis,” tandasnya.

Sekedar diketahui, BPHTB online ini adalah salah satu inovasi daerah dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat inovatif. Tujuannya agar masyarakat bisa memperoleh kemudahan dalam proses pelayanan dari Pemerintah.

Aplikasi ini juga merupakan salah satu tindaklanjut rencana aksi pencegahan korupsi khususnya dalam pengelolaan PAD. Sistim ini juga akan didorong dan dilaporkan kepada Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK RI.

Hal tersebut sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam peningkatan kualitas pelayanan dan optimalisasi penerimaan PAD serta pencegahan penyelewengan pengelolaan pendapatan asli daerah. (ris/st/*)

JANGAN LEWATKAN