Gandeng DPK Lutim, Forum Anak Malili Adakan Learning From Movie Lewat Film “Dua Garis Biru”

banner 120x600

LUTIM. SINYALTAJAM. COM – Dalam rangka implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Forum Anak Kecamatan Malili menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Luwu Timur (Lutim), mengadakan Learning from movie (Lemov) atau nonton bareng film edukasi berjudul “Dua Garis Biru”, di Ruang Mini Cinema, Jumat (17/02/2023).

Kegiatan yang merupakan program kerja dari Forum Anak Kecamatan Malili tersebut, diikuti oleh 35 peserta didik dari Tingkat SMA dan SMP di Kecamatan Malili.

Camat Malili sekaligus Pembina Forum Anak Malili, Nasir dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi remaja, karena pembelajaran melalui menonton film lebih mudah dicerna.

“Selain dilihat dan didengar, penonton dapat merasakan langsung ke dalam hati dan diiringi musik yang sejalan dengan isi cerita,” jelasnya.

Sementara itu, Pustakawan Muda DPK Lutim, Aristu Frisian mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk mengajak generasi muda memahami tentang arti pernikahan dengan baik, contoh yg diberikan dalam film “dua garis biru”.

“Jadi diharapkan kepada generasi muda untuk menjaga diri dengan baik sehingga permasalahan seperti pergaulan bebas dapat dihindari,” harapnya.

Ia menambahkan, LEMOV itu merupakan wujud pemanfaatan perpustakaan bagi seluruh elemen masyarakat dalam berkegiatan.

“Sebagaimana tagline Perpustakaan Nasional yaitu “Literasi untuk Kesejahteraan,” katanya.

Ia membeberkan bahwa, saat ini Perpustakaan juga melakukan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), dimana Perpustakaan bukan hanya tempat meningkatkan literasi tapi dapat pula dapat meningkatan kesejahteraan.

“Dari program TPBIS inilah yang dapat mendukung kegiatan LEMOV berjalan sesuai harapan,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Aristu Frisian turut mengajak peserta nonton bareng untuk mengisi esai tentang makna apa terkandung dalam film tersebut.

“Hasil esai penonton dan foto kegiatan maupun seluruh administrasi pelaksanaan kegiatan direncanakan akan dituangkan dalam buku, untuk menambah perbendaharaan dan wujud indeks peningkatan literasi masyarakat (IPLM),” tutupnya. (hel/ikp)

Tinggalkan Balasan