Laka Maut Kembali Telan 1 Korban Jiwa di Kecamatan Bahodopi, Ini Penegasan Ketua KMKB Yopi Sabara

Bahodopi, Sinyaltajam.com- Frekuensi arus lalu lintas kendaraan di Kecamatan Bahodopi dinilai terlalu padat. Lalu-lalang kendaraan roda dua atau lebih terpantau sangat padat, terutama pada pagi dan sore saat ribuan bahkan puluhan ribu karyawan hendak masuk dan pulang kerja di PT. IMIP.

Kepadatan arus Lalin tersebut ternyata sangat mengundang resiko terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Laka maut belum lama ini terjadi antara sesama karyawan PT. IMIP, satu tewas di tempat sementara yang satunya lagi kritis hingga harus menjalani perawatan intensif di klinik PT. IMIP.

Kemudian Laka Maut kembali terjadi di sela kepadatan di sekitar perusahaan tambang nikel itu. Seorang Ibu bersama seorang anaknya diserempet motor saat hendak pulang setelah menjemput sang anak pulang dari sekolah, pagi sekitar pukul 10.00. Selasa, (18/02/2020).

Beruntung Ibu tersebut selamat, namun Nizar sang anak yang menjadi korban pada kecelakaan itu, harus meregang nyawa setelah sempat kritis di RSUD Bungku Kab. Morowali.

“Nizar sempat berjuang melewati masa-masa kritis, tapi apalah daya Allah SWT berkehendak lain, Allah lebih sayang sama Nizar dan akhirnya Nizar menghembuskan nafas terakhirnya tadi malam.” Ungkap Yopi Sabara, salah seorang kerabat Nizar.

Yopi Sabara lantas mengisahkan awal peristiwa laka maut, hingga keprihatinannya terhadap kondisi arus lalulintas yang memang sangat padat di sekitar PT. IMIP disetiap harinya.

Peristiwa meninggalnya Nizar ini bukan merupakan kali pertama terjadi di wilayah Kec.Bahodopi. Ada banyak Nizar-Nizar lain yang bernasib sama seperti yg dialami Nizar saat ini. Baik itu antara motor dan pejalan kaki, motor beradu motor, maupun motor dan mobil.

“Frekuensi kejadian semacam ini hampir tiap hari terjadi diwilayah kami yang berada dikawasan Industri PT. Indonesia Morowali Industrial Park (PT.IMIP).” Tutur Yopi mengawali ceritanya.

Untuk peristiwa lakalantas yang hampir terjadi setiap hari diwilayah Kec. Bahodopi, ini bukan merupakan hal yang wajar menurut Yopi. Harusnya jika kita bandingkan skala desa yang jauh dari perkotaan dan ramainya arus kendaraan pasti hal-hal semacam peristiwa diatas akan jarang terjadi.

Tapi jelas sangat jauh perbedaan untuk dibandingkan dengan beberapa desa yang ada di wilayah Kec. Bahodopi. Pasca hadirnya PT. IMIP, kepadatan dan keramaian tersebut menjadi daya tarik tersendiri layaknya tempat wisata terkenal untuk dikunjungi.

Orang-orang dari semua daerah di Indonesia, bahkan ada dari negara lain seperti Tiongkok juga datang di wilayah ini. Namun bukan datang berwisata tapi untuk datang mencari pekerjaan. Dan hal tersebut menjadikan Kec. Bahodopi menjadi Kecamatan yang paling ramai di Kab. Morowali, bahkan mengalahkan ramainya ibu Kota Kabupatan yaitu Bungku.

Lowongan pekerjaan yang banyak menjadi daya tarik. Saat ini, PT. IMIP mempekerjakan karyawan lebih kurang 40.000 org. Pemandangan pagi hari pada pada pukul 05:00-06:30 hingga siang 15:00, dan sore hari pukul 17:00. Pada jam sibuk tersebut, ribuan motor berseliweran disekitar area perusahaan.

Menurut Yopi Sabara yang juga selaku Ketua Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi (KMKB), ada hal yang perlu dia sampaikan dari banyaknya kendaraan yang berseliweran pada jam-jam tertentu tersebut. Bukan hanya karena ramainnya kendaraan, tapi karena para pengendara yang kadang ugal-ugalan dan nampak seperti tidak memahami aturan dan etika saat berkendara.

Coba bayangkan puluhan ribu karyawan yang menggunakan motor untuk menuju atau pulang dari tempat kerjanya. Pada jam over sift karyawan, jangan coba-coba berada dekat pinggiran jalan karena potensi untuk tertabrak kendaraan sangat besar.

“Untuk sampai menyeberang jalan saja butuh keberanian dan nyali yang kuat. Penyeberang bisa berdiri berjam-jam bahkan sampai tidak bisa nyebrang jika tak punya nyali untuk menyeberang, akibat laju para pengendara terbilang sang kencang.” urai Yopi.

Aksi ugal-ugalan ini sangat berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat yang berjalan kaki dipagi hari. terutama anak-anak sekolah. Terbukti dengan diserempetnya Nizar sepulang sekolah kemarin.

Untuk mengantisipasi dan mereduksi hal-hal tersebut terjadi dan terulang lagi kedepan, Yopi melalui Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi (KMKB) meminta kepada manajement PT.IMIP untuk segera mengoperasikan kembali Bus karyawan. Setiap karyawan PT.IMIP wajib menggunakan Bus karyawan untuk menuju tempat kerja.

Perusahaan harus segera membuat halte-halte persinggahan untuk memudahkan penjemputan karyawan. Pembuatan halte-halte ini tentunya tidak mudah, olehnya itu pihak perusahaan harus melibatkan semua pihak terkait mulai dari tingkat desa sampe pada tingkat Pemerintah Daerah.

Dan Halte-halte yang telah disiapkan harus dilengkapi dengan tempat parkir yang aman agar karyawan tidak was-was saat memarkir dan meninggalkan kendaraannya.

Kemudian perusahaan segera melakukan pengadaan bantuan Bus Sekolah untuk dioperasikan di wilayah Kec. Bahodopi.

“Kami juga meminta kepada pihak kepolisian untuk terlibat aktif dalam menjaga dan meminimalisir potensi kecelakaan yang mungkin akan terjadi pada jam-jam sibuk tersebut.” kata Yopi berharap.

Personil Polisi lanjutnya, harus ditugaskan untuk menjaga pada titik penyeberangan Anak Sekolah dari jam 06:00 pagi sampai anak-anak sekolah khusus TK, PAU dan SD pulang.

Kepada manajement PT. IMIP, Yopi meminta segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendiskusikan beberapa hal yang Ia mintakan, dan Jika dalam waktu 14 hari kedepan setelah permintaan ini terpublikasi, namun kemudian belum ada jawaban atas apa yang disampaikan ini, maka bisa dipastikan akan ada pergerakan dari KMKB, sehingga akan sangat menganggu aktivitas PT. IMIP. (rhm/mal)

JANGAN LEWATKAN