LUTIM. SINYALTAJAM. COM – Manajemen baru Perseroda Luwu Timur Gemilang menuai kritik tajam dalam Rapat Pansus RPJMD Jumat 23 Mei 2025, karena dinilai gagal menghadirkan rencana bisnis yang jelas.
Sudah hampir tiga bulan kepemimpinan mereka difokuskan hanya pada pembenahan administrasi, bukan pada perencanaan strategis untuk menghasilkan keuntungan dan kontribusi bagi daerah.
Andi Hikmad (Komisaris), Ikal AS (Direktur Utama), dan Adam Safar (Direktur Umum dan Keuangan) hadir dalam rapat tersebut.
Ikal AS beralasan rencana bisnis masih dalam proses penyusunan, terintegrasi dengan RKA dan akan direvisi setiap lima tahun.
” Jadi target kami di triwulan pertama ini kami akan memperbaiki tata kelola administrasi, kemudian dirangkaikan dengan RKA dan Rencana Bisnis kami. ” Ujar Ikal.
“Rencana Bisnis inipun juga terkoneksi dengan RKA dengan hitungan lima tahun satu kali perubahan. Jadi pak ketua dan para anggota dewan progres hari ini masih dalam tahap itu. ” Ucapnya.
Anggota Pansus dari berbagai fraksi mengecam minimnya perencanaan bisnis yang disajikan.
Muhammad Nur (Fraksi PDIP) menyoroti dana Rp 5 miliar yang telah digelontorkan daerah tanpa adanya proyeksi keuntungan yang jelas.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan perencanaan yang matang dari BUMD padat modal seperti Perseroda Lutim Gemilang.
Aripin (Fraksi Golkar) juga menyayangkan ketidakhadiran proyeksi pendapatan dalam paparan direksi, terutama terkait potensi tiga blok eks Vale.
Dia khawatir minimnya waktu penyusunan RPJMD (hanya 45 hari) akan terhambat oleh kurangnya data yang akurat.
Mahading (Fraksi PDIP) menambahkan kekecewaannya atas minimnya gagasan terobosan bisnis dari direksi baru.
Ia membandingkan kinerja mereka dengan kepemimpinan sebelumnya (Iwan dan Saldy Mansyur) dan berharap manajemen baru mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik, termasuk mengembangkan peluang pendapatan di luar sektor pertambangan.
Ia juga menyarankan agar BUMD berkoordinasi dengan Bapenda untuk menangkap peluang pendapatan daerah.
“Kami menegaskan kritik dari DPRD bertujuan untuk menyempurnakan regulasi dan sumber daya agar program pemerintah berjalan efektif,” katanya. Lap Tim