Menghadirkan Lima Nara Sumber, Bawaslu Bantaeng Gelar Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan 

BANTAENG, SINYAL TAJAM.COM Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantaeng Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilihan Umum,  bertempat di Hotel Kirei, Selasa (26/8/2025).

Mengusung tema “Evaluasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu dan Pemilihan di Lingkup Bawaslu Kabupaten Bantaeng” dihadiri Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Samsuar Saleh, Kordiv SDM dan Organisasi, Alamsyah SH, Kordiv Humas dan Datin.

Kegiatan yang juga diikuti sedikitnya 80 peserta dari berbagai unsur, antara lain Forkopimda, Ketua KPU Bantaeng Muh. Saleh, OPD Pemkab Bantaeng, lembaga vertikal, OKP, ormas, media, Pramuka, Penggiat Pemilu. massa dan organisasi masyarakat.

Materi yang dibahas meliputi penguatan peran Bawaslu, tantangan penyelenggaraan Pemilu pasca pemilu serta pentingnya sinergi semua pihak untuk menjaga integritas Pemilu.

Sekretaris Bawaslu Bantaeng yang juga Ketua pelaksana kegiatan, DR. Arfah Yulianto, S.Ip, M.Si mengatakan, tujuan kegiatan tersebut sebagai sarana evaluasi pengawasan pemilu dan pengawasan pemilihan.

“Ini juga bertujuan melakukan pembenahan dininternal jajaran Pengawas Pemilu serta terbangunnya sinergi kelembagaan dalam menjaga integritas pemilu,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, imbuhnya, menghadirkan Empat nara sumber. Untuk sesi pertama menampilkan dua pemateri yakni Alfina Mustafaina, pemerhati hak azasi manusia dan Faisal Amir, mantan Ketua KPU Sulsel periode 2018-2023. Kemudian sesi dua, Dayanto, Tenaga Ahli Bawaslu RI dan Alamsyah SH, Komisioner Bawaslu Sulsel serta serta Dr. H. Adi Suryadi Culla, Dosen Pascasarjana Ilmu Politik dan Ilmu Hubungan Internasional Fisip Universitas Hasanuddin.

Ketua Bawaslu Bantaeng, Ningsih Purwanti SH menyebutkan, masa pasca pemilu itu paling krusial sehingga pengawasan pemilu kedepan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika politik dan tingginya partisipasi masyarakat.

“Bawaslu dituntut untuk terus berinovasi, memperkuat kapasitas setiap jajaran memiliki kompetensi yang mumpuni. Sehingga upaya ini menjadi salahsatu ikhtiar menjawab tantangan tersebut,” ungkap Ketua Bawaslu.

Sementara, Ketua Bawaslu Provinsi Sulsel Samsuar Saleh yang membuka kegiatan secara resmi, berharap forum ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas demokrasi.

“Meski forum ini dilaksanakan di tingkat kabupaten Bantaeng, hasilnya diharapkan berdampak pada tata kelola Pemilu di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dikatakan, dengan terjalinnya sinergi antara penyelenggara Pemilu, pemerintah daerah, partai politik, media, dan masyarakat, diharapkan Pemilu kedepan yang disebut akan memisahkan penyelenggaraan nasional dan lokal dapat berjalan lebih efisien, mempermudah pemilih, serta memperkuat legitimasi hasil Pemilu. (asa/st/*)