DPRD, Polisi, Pemda Luwu Timur Sepakat Bentuk Tim Independen Buru Dalang Kelangkaan Solar

baca berita lainnya www.sinyaltajam.com

LUTIM. SINYALTAJAM . COM – DPRD, Kepolisian, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur sepakat membentuk tim independen untuk membongkar akar masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar bersubsidi yang menghantui nelayan.

Langkah tegas ini diambil setelah serangkaian keluhan dan aksi protes dari para nelayan yang merasa dipersulit mendapatkan BBM untuk melaut.

Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, mengungkapkan bahwa kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan yang digelar di ruang kantor Bupati pada Senin (22/12/2025).

Pertemuan tersebut kata Ober itu dihadiri oleh Wakapolres Luwu Timur, Sekda, DPRD, serta perwakilan SPBU.

“Panjang kemarin ini pembicaraan di kantor Bupati, ada OPD, ada Wakapolres, ada Sekda, ada DPRD, ada SPBU,” ujarnya saat dihubungi redaksi media ini Jumat 26 Desember 2025.

Ober Datte mengaku telah memberikan masukan agar Pertamina menambah pasokan solar, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), mengingat Luwu Timur merupakan daerah “segitiga emas” yang membutuhkan pasokan BBM yang cukup.

“Solar agak susah, masa di masa Nataru Pertamina tidak menambah stok solar,” kata dia.

Namun, yang paling penting disini adalah pembentukan tim independen untuk menelusuri akar permasalahan yang dihadapi nelayan.

“Ini masukan dari saya pada saat pertemuan, dan jawaban SPBU, ‘kami akan sampaikan ke Pertamina’,” ujar Ober.

Menurut Ober, SPBU telah melaporkan persoalan di Wotu ke Polres, yang diduga disebabkan oleh banyaknya rekomendasi yang dikeluarkan oleh dinas terkait. Akibatnya, kebutuhan solar untuk nelayan tidak mencukupi.

“Rekomendasi juga tiba-tiba meningkat, sehingga kebutuhan solar untuk nelayan tidak mencukupi. Meningkat dua kali lipat, nah ini yang perlu diperbaiki sistemnya,” ungkap Ober.

“Itu keputusan kemarin, saya minta ditarik semua dulu itu rekomendasi, baru perbaiki sistem,”tegasnya.

Ober kembali menegaskan bahwa untuk meluruskan persoalan ini, tim independen yang akan akan dibentuk yang terdiri dari unsur pemerintah, kepolisian, DPRD, dan Pertamina nantinya harus turun tangan.

“Harus turun, karena kita tidak tahu siapa yang salah di sini, siapa kasih belok lain itu solar, jadi memang perlu pembentukan tim independen untuk menelusuri akar permasalahan,”ujarnya.

Kemudian dia mengatakan bahwa kesimpulan rapat Senin kemarin untuk membentuk tim independen itu akan segera dilakukan untuk memastikan di mana kebocoran solar itu.

“Terkait kelangkaan itu harus diselesaikan, biar nelayan terbantu karena ini mata pencaharian orang,” tegasnya.

Ober juga menyoroti persoalan pelangsiran yang semakin marak. “Ini juga pelangsir semakin bertambah, itu juga perlu ditelusuri biar tidak ada lagi hal seperti ini terjadi. Ini awal tahun saya mau panggil Pertamina bicarakan ini biar tidak terus berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan pembentukan tim independen ini, diharapkan persoalan kelangkaan solar di Luwu Timur dapat segera teratasi. Dan dugaan manipulasi surat rekomendasi dan praktik pelangsiran yang merugikan nelayan kecil harus segera dilakukan penertiban secara keseluruhan agar nelayan dapat kembali melaut dengan tenang dan sejahtera. Lap Tim.