Luwu Utara Siap Berpartisipasi pada MTQ Tingkat Provinsi di Maros

baca berita lainnya www.sinyaltajam.com

LUTRA. SINYALTAJAM . COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara siap berpartisipasi pada ajang religi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Maros pada April 2026 mendatang.

Kesiapan Pemda Luwu Utara untuk memeriahkan MTQ Sulsel ini terungkap pada Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Keikutsertaan Luwu Utara pada pelaksanaan MTQ Tingkat Sulsel yang dipimpin Kabag Kesra, Ilham, Selasa (23/12/2025), di Ruang Rapat Sekda.

Rakor ini dihadiri oleh seluruh pihak terkait, di antaranya adalah Kementerian Agama Luwu Utara, BAZNAS, MUI, serta beberapa pengurus LPPTQ Luwu Utara. Rapat membahas tentang kesiapan peserta dari Luwu Utara, termasuk proses seleksi yang akan dilakukan.

“Meskipun agak telat kita membahas terkait kesiapan kita dalam ajang MTQ mendatang, tetapi kita tetap berharap ada kesepakatan bersama yang bisa kita putuskan, terkait proses seleksi yang akan kita lakukan di tengah kondisi keterbatasan anggaran,” ucap Ilham.

Untuk itu, Ilham berharap, semua pihak yang ikut hadir dalam rapat dapat memberikan saran dan masukannya agar Luwu Utara tetap dapat mengikutsertakan para peserta terbaiknya pada MTQ tingkat provinsi mendatang melalui proses selektif yang sederhana.

“Tentu ada beberapa cabang lomba yang pesertanya kita tentukan melalui proses seleksi, tetapi juga tidak menutup kemungkinan dilakukan melalui penunjukan langsung, seperti kaligrafi. Di luar itu, seperti tilawah dan lainnya, tetap dilakukan seleksi sederhana,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta rapat dari Kementerian Agama, Sudarmin, menyarankan agar proses seleksi nantinya bisa dilakukan secara sederhana. Mengingat waktu yang makin kasip, ditambah kondisi keuangan dan penganggaran yang juga sangat terbatas.

“Mengingat masih adanya efisiensi anggaran, maka sudah selayaknya kita lakukan seleksi terbatas saja dengan memanfaatkan kantor-kantor Pemda Luwu Utara sebagai tempat seleksi peserta. Ini penting kita lakukan karena waktu juga makin kasip,” terang Sudarmin.

Tak hanya itu, usulan dilakukannya seleksi terbatas juga muncul dari beberapa peserta yang hadir. Salah satu alasannya untuk mengedepankan prinsip keadilan bagi semua peserta untuk dapat ikut ambil bagian dalam festival keagamaan dua tahunan tersebut. (Zkr)