LUTRA. SINYALTAJAM .COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya menjadi salah satu pemicu yang ikut memengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis di Kabupaten Luwu Utara. Setidaknya hingga minggu ketiga Desember 2025.
Hal ini diungkap oleh Kepala BPS Kabupaten Luwu Utara, Andi Idiel Fitri, pada kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Luwu Utara yang dibuka Bupati Andi Abdullah Rahim, Rabu (24/12/2025), di Aula La Galigo.
Pada forum HLM tersebut, Andi Idiel Fitri menyoroti perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), serta tren kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis yang ada di Kabupaten Luwu Utara sampai minggu ketiga Desember 2025 ini.
“Hingga minggu ketiga Desember 2025 ini, teridentifikasi kenaikan ekstrem pada komoditas volatil, seperti cabai rawit sebesar +96,39%. Kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas bawang merah (+16,19%), dan daging ayam ras (+12,68%),” beber Andi Idiel Fitri.
Fakta adanya kenaikan harga beberapa komoditas strategis menjelang Natal dan Tahun Baru ini kemudian menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merumuskan langkah intervensi yang efektif, guna menekan terjadinya kenaikan harga yang lebih masif.
Sementara Kepala Bapperida, Drs. Aspar, yang juga hadir dalam HLM itu mendorong adanya dialog yang lebih intensif guna mencari akar masalah dari naiknya harga beberapa komoditas. Sebab terjadi anomali, adanya harga beberapa bahan pokok seperti kentang dan daging sapi, justru melampaui harga di tingkat provinsi.
Hal tersebut, kata Aspar, sangat ironis sekali, mengingat Kabupaten Luwu Utara merupakan daerah penghasil yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
“Salah satu faktor pemicu utama yang memengaruhi kenaikan harga komoditas kita adalah adanya peningkatan permintaan akibat program pemerintah, seperti MBG, kelangkaan BBM, termasuk inefisiensi pada rantai pasokan,” ungkap Aspar.
Untuk itu, lanjut dia, perlu dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional guna memastikan signifikansi kenaikan harga beberapa komoditas pangan sebelum dilakukan langkah-langkah konkrit untuk menstabilkan kembali harga pangan tersebut.
“Sidak perlu kita lakukan dalam rangka untuk menstabilkan harga, serta menyusun respons yang tepat berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan dalam menghadapi tekanan inflasi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” tandasnya. Lap Zakaria












