Makole Baebunta Ajak Wija To Luwu Sukseskan Pesta Adat Akbar, Fokus Menre Langkanae

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTRA. SINYALTAJAM.COM – Di tengah riuh isu intervensi pemerintah daerah dalam pencalonan Makole Baebunta definitif, Pejabat Makole Baebunta, A. Suriadi Opu To Pasolongi, menunjukkan sikap bijak dan berkelas. Mengutip nasehat Imam Syafi’i, “Singa tak Pantas Meladeni Seekor Anjing,” Andi Suriadi memilih fokus menyukseskan agenda adat akbar, Menre Langkanae, dan mengabaikan “gangguan” yang dianggap remeh.

Hal ini ditegaskan Andi Suriadi saat ditemui di sela-sela pengajian peringatan 40 hari wafatnya Andi Masita Kampasu, Makole Baebunta ke-39, di Baruga Kemakolean Baebunta, Jumat (9 Januari 2026).

Menurut Andi Suriadi, yang akrab disapa Opu To Langit, saat ini dirinya tengah sibuk fokus melaksanakan tugas dari Yang Mulia Datu Luwu, H. Andi Maradang Mackulau S. H. Opu To Bau, sebagai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Prosesi Menre Langkanae. “Saat ini kita di Kemakolean Baebunta sedang konsentrasi dan fokus dalam rangka kelancaran kegiatan pemanfaatan kembali Istana Langkanae sebagai kediaman Datu Luwu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh agenda Kemakolean Baebunta ditiadakan hingga suksesnya Menre Langkanae (16-18 Januari 2026) dan Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 serta Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 (19-25 Januari 2026). “Kita siap menyambut kedatangan sekitar 55 raja dan sultan dari berbagai wilayah di Nusantara,” imbuhnya.

Menanggapi isu adanya syukuran terkait pejabat Makole Baebunta definitif, Andi Suriadi dengan santai menjawab, “Saya pikir itu mungkin syukuran pejabat kepala dinas baru dan tidak terkait soal adat. Saya yakin para pejabat kita di Pemerintahan daerah masih miliki adab dalam hal intervensi persoalan adat yang sakral.”

Andi Suriadi, yang juga menjabat sebagai Andreguru Pampawa di Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, mengajak seluruh “Wija To Luwu” untuk fokus menyukseskan Menre Langkanae dan HJL-HPRL. Ia menegaskan bahwa persiapan telah mencapai 70-80 persen, dan seluruh rangkaian kegiatan akan melibatkan berbagai komunitas adat, budaya, serta partisipasi masyarakat se-Tana Luwu.

“Tentunya kegiatan adat disitu pasti ada adab dan tidak ada pergerakan lain, selain fokus sukseskan kedua kegiatan budaya di Kota Palopo, yang bakal dihadiri ribuan tamu se-nusantara,” pungkasnya. Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan Malekke Wae di Lapenai, Bua, dan Ziarah Makam Datu di Pattimang, Malangke, dilanjutkan dengan berbagai acara adat, budaya, dan silaturahmi hingga 25 Januari 2026. (*)