LUTRA. SINYALTAJAM.COM- Laporan evaluasi kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara pada 2025 menunjukkan tren positif yang sangat membanggakan.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Bapperida, Luwu Utara mencatat kenaikan yang cukup signifikan pada berbagai sektor dan indikator kinerja makro.
Hal itu terlihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran sampai kepada angka gini ratio yang terendah di Sulsel.
Gerakan signifikan ini dinilai sebagai buah dari konsistensi transformasi kebijakan yang ditekankan
Andi Abdullah Rahim sebagai Bupati Kabupaten Luwu Utara.
Signifikansi capaian indikator kinerja makro ini sudah termasuk pada optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik yang terus ditekankan Bupati.
Salah satu sorotan utama capaian indikator kinerja Kabupaten Luwu Utara pada 2025 ini adalah penurunan angka kemiskinan yang terus menunjukkan performa positif.
Angka kemiskinan Luwu Utara yang terus bertahan di angka 13,22 persen selama beberapa tahun, kini terus bergerak turun menjadi 12,66 persen, sampai 11,24 persen.
Puncak penurunan terjadi di 2025. Di mana angka kemiskinan Luwu Utara sudah di angka 10,74%. Angka ini mengantarkan Luwu Utara keluar dari zona 3 besar daerah termiskin di Sulsel.
Signifikansi penurunan angka kemiskinan ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam menggenjot infrastruktur yang berkelanjutan, utamanya jalan dan jembatan.
Hal ini sejalan dengan upaya Pemda Luwu Utara dalam mengakselerasi penguatan sektor UMKM melalui ekosistem digital, sehingga sektor kreatif lainnya juga bergerak linier.
Setali tiga uang dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Di mana saat ini capaian indikator Luwu Utara, khusus IPM, masuk ke dalam kategori tinggi, yaitu 74,81 point.
Peningkatan IPM Luwu Utara ini didorong oleh akses kesehatan yang lebih merata, serta kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri masa kini.
Bapperida mencatat, capaian IPM Luwu Utara sektor kesehatan sudah berada pada angka 87,35 persen, serta sektor pendidikan sudah berada pada angka 63,45 persen.
Capaian indikator kinerja pada sisi pertumbuhan ekonomi juga tak kalah mentereng. Sampai saat ini (triwulan III), pertumbuhan ekonomi Luwu Utara sudah di angka 5,41%.
Angka ini berpotensi bergerak naik menjadi 6 persen. Mengingat angka 5,41 persen masih dalam triwulan III. Sementara data triwulan IV dalam proses pengolahan data.
Capaian-capaian indikator kinerja Pemda Lutra yang terus bergerak signifikan ini tak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan mesin penggerak kesejahteraannya.
Kepala Bapperida, Aspar, menegaskan bahwa segala capaian indikator kinerja pemda selayaknya disampaikan agar publik juga tahu apa yang dikerjakan pemda selama satu tahun.
“Ini harus disampaikan, untuk mengetahui apakah program kerja/kegiatan yang diberikan oleh Bapperida kepada perangkat daerah berhasil dilaksanakan atau tidak. Apakah berfungsi baik atau sudah punya impact dan benefit yang diukur dari indikator kinerja ini,” jelas Aspar.
Dikatakannya, capaian indikator-indikator tersebut sebenarnya merupakan hasil akhir dari semua proses kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah selama satu tahun.
“Jadi, kalau kita baru melihat pembangunan jalan, jembatan, dan gedung, itu masih dalam proses. Nanti hasil akhirnya, apakah berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, penurunan stunting, penanganan bencana, penurunan indeks bencana, dan indikator kinerja lainnya, dapat diukur melalui capaian indikator kinerja,” jelasnya.
Untuk itu, ia menjelaskan bahwa betapa pentingnya mengukur dan mengetahui capaian indikator kinerja pemerintah daerah sebagai wujud akuntabilitas pemda terhadap publik.
“Tanpa hasil capaian indikator kinerja, penilaian kinerja pemda cenderung subjektif dan bersifat politis. Namun, dengan adanya penilaian berbasis indikator kinerja, pemda akan memiliki standar yang terukur dan memudahkan pembandingan kinerja antar periode. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari dan mengetahui indikator kinerja ini agar dapat mengukur sejauh mana capaian kinerja yang telah dicapai oleh pemerintah daerah dalam satu tahun,”ujarnya.
Capaian tahun 2025:
1. Angka kemiskinan 10,74% (36.460 jiwa) – terendah sejak Kabupaten Luwu Utara terbentuk.
2. IPM 74,81 poin – masuk kategori tinggi.
3. Pengangguran 2,39% (4.257 jiwa).
4. Nilai PDRB 19,69 T – sektor Pertanian berkontribusi paling besar 10,37 T (52,65%).
5. Pertumbuhan ekonomi 5,41% (Triwulan 3) – berpotensi naik menjadi 6%.
6. Pendapatan per kapita 58,31 juta – daya beli 13.390.000/tahun/kapita.
7. Gini Ratio 0,272 – terendah di Sulsel, distribusi pendapatan paling merata.
8. Jumlah penduduk 341.520 jiwa – masih mendapatkan bonus demografi sebesar 69,17%. Lap Zakaria












