LUTRA. SINYALTAJAM.COM– Menjelang prosesi pengukuhan dan pelantikan Makole ke-36 Baebunta, Hj. Andi Syarifah Muhaeminah, panitia pelaksana terus melakukan berbagai persiapan intensif.
Pembenahan pun dilakukan dari berbagai lini kepanitiaan, mulai dari penataan lokasi inti hingga koordinasi protokol kedatangan tamu dari berbagai elemen masyarakat Luwu Utara.
“Saat ini, kami tengah merampungkan persiapan pelantikan Makole Baebunta, Ahad 18 Januari nanti,” ucap Sekretaris Panitia, Muhammad Yamin, Jumat (16/1/2026), di Baebunta.
Dikatakannya, pihaknya tengah merampungkan pendistribusian undangan ke seluruh kecamatan, dengan harapan prosesi nanti akan menjadi magnet bagi pelestarian adat dan budaya.
“Insya Allah, pendistribusian undangan ke seluruh kecamatan sudah kita lakukan kemarin, dan hari ini kita tengah memasuki tahapan finishing sampai 18 Januari nanti,” ungkapnya.
Yamin berharap, semua panitia mesti merampungkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya dalam kepanitian, sehingga pada saat hari H nanti, tidak ada lagi kendala.
“Kita juga sudah membahas beberapa hal yang menjadi inti dari kegiatan ini, seperti penjemputan tamu, penempatan tamu, kesiapan kursi, tari-tarian, makanan, parade, dan pangngaru. Termasuk pengaturan lalu lintas dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelantikan,” bebernya.
“Mohon dukungan dan doa dari kita semua, karena ini merupakan harapan kita semua. Semoga ini bisa berjalan dengan baik sesuai rencana dan sukses,” tandas Sekretaris DPRD ini.
Sekadar diketahui, penataan area utama upacara adat sementara disempurnakan dalam rangka memastikan kenyamanan tamu, namun tetap mempertahankan kekhidmatan ritual.
Panitia juga terus membangun komunikasi yang intens dengan Dewan Adat Kedatuan Luwu guna memastikan seluruh prosesi berjalan sesuai dengan tatanan dan aturan adat istiadat.
Terpisah, Ketua Panitia, Yasir Taba, mengatakan, momentum pelantikan tidak sekadar seremonial, tetapi juga untuk menjaga muruah dan eksistensi nilai-nilai luhur budaya Tana Luwu.
“Panitia terus berbenah dan memastikan setiap detail tidak terlewatkan. Karena pelantikan ini merupakan simbol keberlanjutan adat yang harus kita jaga bersama-sama,” kata Yasir.
Dari pantauan media ini, warga Luwu Utara terlihat antusias menyambut hajatan besar ini. Hal itu dibuktikan banyaknya warga yang membantu panitia, yang tentunya mencerminkan dukungan penuh terhadap pelestarian identitas budaya di Bumi La Maranginang. (Zkr)












