LUTRA.SINYALTAJAM.COM – Suasana khidmat penuh haru dan bercampur kemeriahan, menyelimuti Kabupaten Luwu Utara, saat prosesi adat, pelantikan dan pengukuhan Makole ke-36 Baebunta resmi digelar, Minggu (18/1/2026), di Baru La Tamacelling, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara.
Ribuan warga Kabupaten Luwu Utara yang tersebar dari berbagai penjuru kecamatan memadati seputar lokasi kegiatan, sehingga menimbulkan kemacetan di jalan poros Trans Sulawesi. Petugas dari kepolisian pun melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan itu.
Prosesi adat ini menjadi momen bersejarah bagi Hj. Andi Syarifah Muhaeminah, S.E., M.Si., Opu Daengna Putri, sebagai Makole ke-36 Baebunta, sekaligus sebagai pemimpin adat yang baru di wilayah Kabupaten Luwu Utara, yang dilantik melalui prosesi adat yang sarat makna.
Makole Baebunta resmi dikukuhkan oleh Balailo Sassa Kemakolean Baebunta. Prosesi pengukuhan dan pelantikan ini diawali oleh Parade Kebudayaan dari 15 kecamatan, serta rangkaian ritual adat khas Tana Luwu yang sangat kental dengan nilai-nilai luhur.
Makole Baebunta, Andi Syarifah, dilantik dengan mengenakan busana adat. Dalam prosesi adat tersebut, ia didampingi oleh suami tercinta, beserta putra-putrinya. Suasana penuh haru tatkala ia mendapat restu dari Datu Luwu untuk meneruskan tongkat estafet kemakolean.
Menariknya, ribuan warga yang hadir tidak hanya sekadar menonton prosesi adat, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan legitimasi sosial terhadap pemimpin adat yang baru. Warga pun berharap kepemimpinan kali ini membawa berkah bagi Kabupaten Luwu Utara.
Salah seorang pejabat dari Pemda Luwu Utara yang juga terlihat menghadiri pelantikan Makole ke-36,Baebunta, Sulpiadi, mendoakan agar Makole yang baru dapat mengemban amanah yang diberikan dan menjadi pemimpin yang selalu berdiri di tengah untuk mempersatukan.
“Kami turut mendoakan kelancaran masa jabatan Makole yang baru. Pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, tetapi juga sebagai simbol keberlanjutan dari warisan leluhur dalam menjaga moral masyarakat Kabupaten Luwu Utara di era modern ini,” jelas Sulpiadi.
Sementara salah seorang masyarakat yang juga turut hadir menyaksikan momen sakral pelantikan dan pengukuhan Makole Baebunta, Ramsal, berharap pelantikan Makole ke-36 mampu menjadi pengikat yang kokoh bagi masyarakat di daerah berjuluk Bumi Lamaranginang tersebut.
“Sebagai pemimpin adat, Makole ke-36 Baebunta memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya untuk memperkuat ikatan tali silaturahmi antarwarga di Kabupaten Luwu Utara. Sehingga kita berharap beliau menjadi pohon yang meneduhkan bagi masyarakat,” ucapnya.
Pelantikan Makole ini bertabur pejabat dan tokoh adat dari berbagai wilayah Tana Luwu. Selain Datu Luwu, turut hadir Mincara Malili Andi Hatta Marakarma, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin, Ketua DPRD Husain, Wakil Bupati Jumail Mappile, Sekda Jumal Jayair Lussa, dan para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemda Lutra.
Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat dalam tatanan adat dan budaya Tana Luwu. Termasuk kehadiran pemerintah daerah dalam prosesi adat ini juga menandakan terbangunnya sinergi dan kolaborasi yang baik antara pihak pemerintah dan lembaga adat. (Zkr)












