WAJO.SINYALTAJAM.COM – Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Amran, yang digelar di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng Senin (26/1/2026), dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur jalan dan pengairan.
Reses tersebut dihadiri masyarakat dari Desa Tellulimpoe, Desa Tosora, dan Desa Tua, serta turut dihadiri Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Wajo, Dr. Yaser, ST., MT., Kepala Desa Tellulimpoe, dan Camat Majauleng. Kehadiran unsur pemerintah daerah ini membuka ruang dialog langsung antara masyarakat dan para pemangku kebijakan.
Dalam forum dialog, masyarakat menyampaikan harapan besar terhadap peningkatan ruas jalan Paria–Tosora, yang dinilai menjadi akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga, khususnya sebagai jalur utama menuju Pasar Baru Ladua.
“Kami berharap adanya peningkatan ruas jalan Paria–Tosora, terutama akses menuju pasar baru di Ladua,” ujar Bakri, salah seorang perwakilan masyarakat.
Senada dengan aspirasi warga, Kepala Desa Tellulimpoe menegaskan bahwa ruas jalan Paria–Tosora merupakan akses utama masyarakat. Ia mengapresiasi adanya pengerjaan jalan pada tahun 2025, namun menilai peningkatan tersebut masih perlu dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
“Ruas jalan Paria–Tosora adalah akses vital masyarakat. Kami berterima kasih karena sudah ada pengerjaan pada tahun 2025, namun kondisinya masih membutuhkan kelanjutan peningkatan,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat dari Desa Tua, Dusun Lempua, turut menyampaikan aspirasi terkait ruas jalan Lempua – Tua sepanjang kurang lebih 4,5 kilometer yang hingga kini belum pernah mendapatkan pengaspalan sejak Desa Tua terbentuk.
“Kami berharap jalan dari Lempua ke Paung bisa dikerjakan. Sejak Desa Tua ada, jalan ini belum pernah diaspal,” ungkap salah seorang warga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Amran menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan masyarakat secara sistematis dan berjenjang, mulai dari tahap perencanaan hingga penganggaran.
“Insya Allah semua masukan dan aspirasi ta’ akan kita kawal, mulai dari penginputan di SIPD Dewan, masuk ke RKPD, KUA–PPAS, hingga dapat termuat dalam APBD Kabupaten Wajo, baik di APBD Perubahan 2026 maupun APBD Pokok 2027,” janji Amran.
Selain persoalan jalan, masyarakat juga mengeluhkan kondisi pengairan dan irigasi yang dinilai membutuhkan penanganan serius. Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain Kanal Basri Palaguna, pembuatan pintu air di muara Sungai Seppange, serta penggalian muara Sungai Latalibong di Desa Tosora.
“Kami mengusulkan penanganan saluran air di Tellulimpoe, termasuk Kanal Basri Palaguna, pembuatan pintu air di muara Sungai Seppange, serta penggalian muara Sungai Latalibong di Desa Tosora,” ujar Bakri.
Menanggapi hal tersebut, Amran memastikan seluruh aspirasi terkait infrastruktur jalan dan pengairan akan dituangkan secara resmi dalam risalah dan laporan hasil reses.
“Insya Allah semua masukan akan saya tuangkan dalam laporan reses secara lengkap, mulai dari latar belakang masalah, analisis, dampak yang ditimbulkan, hingga rekomendasi kebijakan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Ia berharap laporan hasil reses tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Melalui kegiatan reses ini, masyarakat Tellulimpoe, Tosora, dan Desa Tua berharap pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi dapat segera direalisasikan, mengingat perannya yang sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Humas DPRD Wajo/A.Bur)












