Mau Digusur Paksa, Petani Nyaris Bentrok Antar Warga! Polisi TNI Tegang Siaga

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTIM.SINYALTAJAM.COM – Upaya Pemda Luwu Timur mau melakukan penggusuran paksa dan memasang papan bicara di lahan petani di Laoli lampia berubah menjadi panggung ketegangan.

Ratusan personel Satpol PP yang diterjunkan harus “gigit jari” karena dihadang perlawanan sengit petani.

Puncaknya, petani meminta papan bicara  untuk dicabut yang baru sejam terpasang, Sabtu (14 Februari 2026).

Kejadian ini bukan tanpa drama. Sumber di lapangan menyebutkan, ketegangan mencapai titik didih ketika warga Lampia yang pro-Pemda dan perusahaan nyaris bentrok dengan para petani. Untungnya, kesigapan aparat Polres Luwu Timur berhasil mencegah terjadinya bentrokan fisik.

“Dia kuasai cuma satu jam, habis itu kami minta cabut,” ujar Iwan, salah seorang petani. Ia bahkan menertawakan kebingungan Satpol PP saat akan memasang papan bicara.

“Lucu juga, masa waktu mau dipasang, ada Satpol PP bertanya titik lokasi pasangnya di mana. Mereka nggak tahu lokasi,”tambah Iwan.

Kegagalan pemasangan papan bicara di lahan seluas 394,5 hektare yang diklaim sebagai bagian dari Kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT IHIP ini menjadi tamparan keras bagi Pemda Luwu Timur. Papan bicara pun terpaksa dibawa pulang dengan tangan hampa oleh Satpol PP.

Insiden ini semakin memperdalam jurang pemisah antara Pemda dan petani Laoli.

Pemerintah daerah dituntut untuk lebih mengedepankan dialog dan pendekatan yang humanis dalam menyelesaikan konflik agraria ini.

Mengirim ratusan personel Satpol PP ternyata bukan solusi, malah memicu eskalasi ketegangan yang membahayakan nyawa masyarakat. Tim