Jalur Rampi–Masamba Mulai Membaik, Kades Onondowa Sampaikan Apresiasi dan Harapan

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTRA. SINYALTAJAM.COM-Kabar baik datang dari wilayah pegunungan Rampi. Akses jalan penghubung Rampi–Masamba yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga, kini mulai menunjukkan perbaikan. Perubahan ini pun disambut hangat oleh masyarakat, termasuk Kepala Desa Onondowa, Mastab Wungko,saat melintasinya pada Jumat,27/03/26.

Dengan penuh rasa syukur, Mastab menyampaikan apresiasinya kepada pihak pengelola dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembenahan jalur tersebut. Baginya, perbaikan ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut harapan dan kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jalan tersebut.”ungkap Mastab Wungko”.

“Ini tentu menjadi angin segar bagi kami. Perlahan tapi pasti, kondisi jalan sudah mulai membaik. Kami sangat mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat,” tuturnya.

Namun demikian, Mastab tidak menutup mata bahwa masih ada beberapa titik yang membutuhkan perhatian serius. Ia menyoroti jalur pendakian Lampe Lila dan jalur SS yang hingga kini masih dalam kondisi kurang baik dan kerap menyulitkan warga saat melintas, terutama di musim hujan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga keselamatan masyarakat, serta distribusi kebutuhan pokok dan hasil bumi warga Rampi.

Dengan nada penuh harap, Mastab mengajak seluruh instansi terkait untuk terus bersinergi dan mencari solusi terbaik agar perbaikan dapat segera dilakukan secara menyeluruh.

“Kami berharap ada perhatian lanjutan, khususnya di titik-titik yang masih rusak. Masyarakat Rampi sangat mendambakan akses jalan yang aman dan nyaman. Ini bukan hanya soal jalan, tapi tentang masa depan dan kesejahteraan warga,” terangnya

Ia pun optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pihak terkait, mimpi masyarakat Rampi untuk menikmati akses transportasi yang layak akan segera terwujud.

Perbaikan jalan ini menjadi simbol harapan baru—bahwa perlahan, keterisolasian bisa dipatahkan, dan kehidupan masyarakat di pelosok dapat terus bergerak maju dengan lebih baik.(Zkr)