BULUKUMBA, SINYALTAJAM.COM – Suasana religius dan penuh semangat dirasakan para santri sebanyak 234 orang sedang mengikuti munaqasyah (ujian akhir) berasal dari berbagai Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) se Kabupaten Bulukumba yang dilaksanakan lembaga Islam Wahdah Islamiyah (WI) Bulukumba.
Kegiatan munaqasyah yang dipusatkan di kompleks Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wahdah Islamiyah, Ahada (10/5/2026) ini menjadi momen penting bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka setelah menjalani proses pembelajaran di masing-masing TPQ.
Ketua Panitia munaqasyah, Ustadzah Rismawati, S.Pd.i GR mengatakan, ujian yang diikuti para santri itu untuk mengevaluasi kemampuan baca tulis Al-Qur’an, hafalan surat-surat pendek, doa-doa harian, hingga praktik sholat.
Dikatakan, Al-Qur’an adalah cahaya yang tidak akan pernah padam. Siapa yang menjadikannya pedoman, maka ia akan selamat. Tapi sebaliknya, bagi mereka yang berpaling dari Al Qur’an, mereka pasti tersesat.
“Jadi munaqasyah ini adalah salah satu cara kita memastikan bahwa cahaya itu tetap menyala di hati generasi penerus yang cinta terhadap Al Qur’an,” ujarnya.
Untuk itu, pengajar yang akrab disapa Ustadzah Emma ini mengajak para orangtua dan santri agar munaqasyah tidak hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai penguat tekad untuk terus menjaga kemurnian Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.
Dikatakan, munaqasyah ini menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi agar anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an. Sehingga sangat diharapkan santri tumbuh dengan mental yang kuat, semangat belajar tinggi, serta berakhlak mulia.

Sementara salah seorang pembina TPQ, Ustadz Sudarman, S. Pdi, saat membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada para ustadz dan ustadzah yang selama ini setia membimbing para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Menurutnya, keberhasilan santri tidak lepas dari peran besar para pendidik dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, termasuk dukungan dari para orangtua santri.
“Munaqasyah ini merupakan syarat wajib bagi santri yang akan mengikuti wisuda santri. Salah satu tujuannya adalah untuk memastikan kualitas pendidikan Al-Qur’an yang telah diikuti santri,” terangnya.
Tak hanya menjadi ajang evaluasi, kata dia, kegiatan ini juga dapat menjadi perekat dan mempererat silaturahmi antara pengurus TPQ, pendidik dan orangtua.
Dia juga menegaskan bahwa Munaqasyah bukan sekadar ujian akhir, melainkan bagian penting dari proses pembinaan karakter dan spiritual anak sejak usia dini.
“Tidak kalah pentingnya lagi, tentunya sinergi pendidik, pembina dan orangtua santri diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an di daerah Bumi Panrita Lopi ini secara berkelanjutan,” tandasnya.
Sekedar diketahui, seluruh rangkaian munaqasyah berlangsung tertib, khidmat, dan penuh antusias. Wajah-wajah kecil para santri tampak serius namun tetap percaya diri saat diuji oleh para penguji.
Tak ketinggalan para orang tua santri menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa bangga. Mereka berharap Munaqasyah terus dilaksanakan secara rutin agar anak-anak semakin termotivasi menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. (ris/st/*)
