Bayi Meninggal Usai Pengambilan Sampel Darah, Diduga Akibat Kelalaian Tenaga Medis RSUD Andi Djemma

Luwu Utara, Sinyaltajam.com – Syamsuddin (42) Warga Luwu Utara, Kecamatan Masamba, Kelurahan Bone Tua melaporkan pihak Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba,  ke Mapolres Luwu Utara, Senin, (20/01/2020), pekan lalu.

Syamsudin (42), ayah pasien bayi perempuan itu, melapor ke Mapolres Lutra karena tidak menerima perlakuan petugas medis RSUD Andi Djemma yang dinilai tidak profesional dan lalai, sehingga mengakibatkan putrinya yang masih berusia lima bulan meninggal.

“Kami sudah melapor di Mapolres Lutra dan nomor Laporan Polisi (LP)nya : B/30/I/2020/Reskrim pada Senin pekan lalu.” ujar Syamsudin yang akrab dipanggil Peri.

Menurut Peri, awalnya putrinya hanya menderita diare akut, sehingga dianggap kekurangan cairan dan harus diinfus di RSUD Andi Djemma.

Saat diinfus lanjut Peri, kondisi bayinya sudah mulai membaik, sebab sudah bisa tertidur pulas. Namun baru sekitar kurang lebih 20 menit putrinya tertidur pulas, tiba-tiba datang 2 orang petugas medis (1 orang lelaki dan 1 orang perempuan) yang mengaku dari bagian laboratorium, dan hendak mengambil sampel darah sang pasien bayi.

“Saat itu sy sempat menolak petugas itu mengambil sampel darah, saya katakan jangan dulu ambil darah anak saya, sebab putri sy baru saja istrahat tertidur pulas, setelah sepanjang malam menangis terus. Namun kedua petugas medis itu tidak mengindahkan saya, bahkan dengan kasar bayi saya diambil dari ayunannya dan lantas mereka mengambil sampel darah sebanyak 2 alat suntik.” ungkap Peri.

Saya menilai perlakuan mereka sangat kasar sebab saat melakukan pengambilan sampel darah, mereka petugas medis sudah tidak perduli lagi dengan infus yang sempat terjatuh dilantai ruang perawatan.

“Infusnya sempat terjatuh dilantai, dan sy sendiri yang mengambilnya dari lantai. Kedya petugas medis yang mengaku dari laboratorium sudah menghilang.” kenang Peri dengan mata berkaca..

Tragisnya, setelah pengambilan sampel darah tersebut, putrinya terlihat mengalami drop, lemas dan bahkan badan bayi tersebut nampak berubah kehitaman.

“Saat saya sudah mulai panik melihat kondisi anak saya itu, ahirnya anak saya langsung di larikan ke ICCU,  di ICCU anak saya meninggal setelah mendapatkan perawatan tiga hari di kamar tersebut.” Ujarnya.

Olehnya Peri sempat curiga pada kondisi lemah (drop) yang dialami putrinya, akibat terlalu banyak sampel darah yang diambil petugas medis pada putrinya yang masih berusia 5 bulan.

Diakhir keterangannya, Syamsudin berharap  polisi bekerja serius dan profesional mengungkap kasus ini, sebab dirinya yakin anaknya meninggal dengan tidak wajar.

Dilain pihak, dr. Hariadi, Derektur RSUD Andi Djemma Masamba, mengatakan, tidak membenarkan tindakan yang dilakukan petugas medisnya sehingga mengakibatkan meninggalnya pasien bayi tersebut, saat di konfirmasi Forum Komunikasi LSM-PERS luwu utara yg di ketuai Almarwan. (Mrw) 

JANGAN LEWATKAN