Duel Maut di Empang Berujung Penangkapan, Buaya 3 Meter Teror Warga Malangke Barat, Kini Jadi Peliharaan!

baca berita lainnya www.sinyaltajam.com

LUTRA. SINYALTAJAM. COM – Seorang warga Desa Pao, Kamaluddin, mengalami malam yang menegangkan ketika seekor buaya berukuran 3 meter menyerangnya saat hendak membuka pintu air di empangnya pada Sabtu malam (22/11).

Peristiwa ini memicu kepanikan warga dan operasi penangkapan dramatis yang melibatkan polisi, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seorang pawang buaya.

Kamaluddin, yang berupaya melindungi diri, sempat terlibat perkelahian singkat dengan reptil tersebut sebelum akhirnya buaya itu melepaskan gigitannya. Akibatnya, Kamaluddin menderita luka di bagian paha dan punggung, dan segera dilarikan ke Puskesmas Malangke Barat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tak ingin buaya itu kembali mengancam warga, tim gabungan segera bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi habitat buaya tersebut. Setelah beberapa jam melakukan pencarian, sekitar pukul 23.00 WITA, pawang buaya berhasil menangkap reptil berukuran besar itu.

Namun, yang menarik, buaya tersebut tidak diserahkan ke pihak berwenang untuk dilepasliarkan.

Kapolsek Malangke Barat, Iptu Kawaru, bersama personel Damkar, pada Minggu pagi (23/11) mengantarkan buaya tersebut ke rumah H. Ramlan, seorang warga Kelurahan Bone Tua, untuk dirawat dan dipelihara.

“Keputusan untuk memelihara buaya ini diambil dengan pertimbangan keamanan dan konservasi,” ujar Iptu Kawaru.

“Kami berharap, dengan dipelihara oleh warga yang berpengalaman, buaya ini tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat sekitar.”

H. Ramlan sendiri dikenal sebagai pecinta hewan dan memiliki pengetahuan tentang cara merawat buaya. Ia berjanji akan memberikan lingkungan yang aman dan layak bagi buaya tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga Malangke Barat. Di satu sisi, mereka merasa lega karena buaya yang meneror telah ditangkap. Di sisi lain, mereka juga penasaran dengan nasib buaya tersebut yang kini menjadi hewan peliharaan di rumah seorang warga.

Lap Zakaria